One Battle After Another dan Sinners Dominasi Nominasi BAFTA 2026

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
One Battle After Another dan Sinners Dominasi Nominasi BAFTA 2026

Peta persaingan industri film dunia menuju panggung penghargaan tertinggi semakin memanas. British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) resmi mengumumkan daftar nominasi untuk tahun 2026 pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dua film besar produksi Warner Bros., One Battle After Another dan Sinners, sukses memimpin perolehan nominasi dan siap bertarung sengit di London sebelum melaju ke ajang Oscar di Hollywood pada pertengahan Maret mendatang.

Film satir politik karya Paul Thomas Anderson, One Battle After Another, keluar sebagai pemimpin utama dengan meraih total 14 nominasi. Angka ini hampir menyamai rekor sepanjang masa yang pernah dicatatkan oleh film legendaris Gandhi. Sementara itu, film horor sejarah bertema vampir karya Ryan Coogler, Sinners, membuntuti tepat di belakangnya dengan 13 nominasi, sebuah pencapaian luar biasa bagi film bergenre horor.

Persaingan Ketat Dua Raksasa Hollywood

One Battle After Another bukan sekadar film thriller biasa. Mengangkat latar belakang radikalisme, penggerebekan imigran, hingga isu supremasi kulit putih, film ini telah memenangkan hati para kritikus sejak awal musim penghargaan. Film ini masuk dalam kategori bergengsi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, serta mendominasi kategori akting melalui penampilan memukau Leonardo DiCaprio dan Chase Infiniti.

Di sisi lain, Sinners mencatatkan sejarah baru bagi sutradara kulit hitam di ajang BAFTA. Dengan 13 nominasi, film ini menjadi karya sutradara kulit hitam dengan jumlah nominasi terbanyak sepanjang sejarah penghargaan tersebut. Sang bintang utama, Michael B. Jordan, juga mendapatkan nominasi Aktor Utama Terbaik pertamanya di BAFTA, bersaing ketat dengan Timothée Chalamet yang kembali masuk radar lewat drama tenis meja, Marty Supreme.

Sejarah Baru bagi Sutradara Perempuan dan Talenta Inggris

Film produksi Inggris juga menunjukkan taji yang luar biasa tahun ini. Hamnet, drama sejarah yang diadaptasi dari buku karya Maggie O’Farrell, berhasil mengantongi 11 nominasi. Disutradarai oleh Chloe Zhao, film ini mencetak rekor sebagai film dari sutradara perempuan dengan nominasi terbanyak dalam sejarah BAFTA. Chloe Zhao juga tercatat sebagai satu-satunya sutradara perempuan yang masuk dalam kategori Sutradara Terbaik tahun ini.

Meskipun Paul Mescal secara mengejutkan luput dari nominasi aktor, penampilan Jessie Buckley dan Emily Watson dalam Hamnet tetap mendapatkan apresiasi tinggi dari para juri. Selain itu, film Marty Supreme karya Josh Safdie juga sukses mengamankan 11 nominasi, memperkuat posisinya di jajaran papan atas kandidat Film Terbaik bersama film Norwegia, Sentimental Value.

Kejutan dari Sektor Indie dan Film Dokumenter

Tahun ini juga menjadi panggung bagi film-film independen lokal yang berhasil mencuri perhatian. I Swear, yang diangkat dari kisah nyata seorang pria Skotlandia dengan sindrom Tourette, menjadi film indie Inggris yang paling bersinar dengan meraih 5 nominasi. Aktor utamanya, Robert Aramayo, bahkan mendapatkan nominasi ganda dalam kategori Aktor Utama dan Rising Star.

CEO BAFTA, Jane Millichip, menyatakan bahwa tahun 2026 adalah tahun yang sangat kaya bagi penceritaan yang berani dan tanpa kompromi. "Banyak pembuat film tidak ragu untuk mengangkat tema-tema besar yang provokatif, mulai dari ambiguitas moral dalam aktivisme hingga isu identitas dan keruntuhan masyarakat," ujarnya. Selain film naratif, kategori dokumenter juga disorot karena menghadirkan isu global mulai dari konflik di Ukraina hingga isu sosial di Brasil dan Florida.

Menanti Malam Puncak di London

Malam penganugerahan BAFTA Film Awards akan diselenggarakan pada 22 Februari 2026 di Royal Festival Hall, London. Acara tahun ini akan dipandu untuk pertama kalinya oleh aktor kawakan Alan Cumming. Sebanyak 46 film masuk dalam daftar nominasi tahun ini, meningkat dari 42 film pada tahun sebelumnya, menandakan produktivitas industri film yang kian membaik.

Hasil dari BAFTA sering kali dianggap sebagai indikator kuat bagi pemenang Oscar yang akan diadakan tiga minggu setelahnya, tepatnya pada 15 Maret di Hollywood. Meski Sinners memimpin dalam jumlah nominasi Oscar, One Battle After Another tetap menjadi favorit kuat musim ini setelah sebelumnya berjaya di ajang Golden Globes dengan memenangkan kategori Komedi Terbaik dan Sutradara Terbaik. Persaingan ini menjanjikan salah satu musim penghargaan paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.