Puncaki Box Office di Musim Imlek 2026, Pegasus 3 Tembus Hampir 400 Juta Dolar
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Musim libur Tahun Baru Imlek 2026 benar-benar jadi panggung unjuk gigi industri film China. Dalam waktu kurang dari sepekan, deretan film asal China langsung menguasai box office global dan menyingkirkan dominasi Hollywood.
Yang paling bersinar tentu saja Pegasus 3, film balap penuh aksi yang disutradarai Han Han dan kembali dibintangi Shen Teng.
Selama enam hari periode libur (17–22 Februari), pasar film China meraup sekitar 647 juta dolar AS. Angka ini membuat China sementara menjadi pasar film terbesar di dunia untuk tahun 2026, melampaui Amerika Utara. Sebuah pencapaian yang menunjukkan betapa kuatnya momentum film lokal saat musim liburan.
Pegasus 3 Tancap Gas Sejak Hari Pertama
Sejak dirilis, Pegasus 3 langsung melesat tanpa hambatan. Dalam enam hari pertama, film ini mengumpulkan lebih dari 369 juta dolar AS, bahkan mendekati angka 400 juta dolar menurut sejumlah laporan industri.
Sebagai perbandingan, capaian tersebut sudah melampaui total pendapatan film pertamanya, Pegasus (2019), dan kini membidik rekor yang sebelumnya dipegang Pegasus 2. Artinya, seri ketiga ini berpeluang menjadi yang paling sukses sepanjang franchise.
Ceritanya masih mengikuti Zhang Chi, pembalap penuh ambisi yang kini memimpin tim nasional dalam ajang reli internasional Muchen 100. Secara premis, konflik yang diangkat memang terasa klasik: soal keadilan, integritas, dan melawan kecurangan. Namun kekuatan film ini bukan semata pada cerita, melainkan eksekusinya.
Adegan balapan yang panjang dan intens jadi daya tarik utama. Penonton diajak menyaksikan duel kecepatan di berbagai medan ekstrem, lengkap dengan momen dramatis yang bikin jantung berdebar. Banyak yang menyebut film ini sebagai “F1 versi China” karena ketegangan dan skala aksinya terasa besar.
Film Imlek Lainnya Tak Kalah Ramai
Dominasi Pegasus 3 juga diikuti film-film lokal lain yang tayang bersamaan. Thriller spionase Scare Out garapan Zhang Yimou menempati posisi kedua dengan pendapatan lebih dari 110 juta dolar AS. Film ini mengangkat kisah operasi rahasia untuk membongkar kebocoran intelijen, dibalut nuansa tegang khas karya Zhang Yimou.
Di posisi berikutnya ada Blades of the Guardians, film laga kolosal yang dibintangi Jet Li dan Wu Jing. Mengusung cerita pengawalan penuh bahaya di wilayah gurun, film ini sukses meraih lebih dari 97 juta dolar AS selama periode libur.
Untuk tontonan keluarga, Boonie Bears: The Hidden Protector tetap jadi pilihan favorit. Franchise animasi ini memang sudah identik dengan musim liburan di China dan kembali mencetak puluhan juta dolar.
Sementara itu, legenda laga Jackie Chan hadir lewat Panda Plan 2 yang menambah warna di tengah persaingan ketat box office.
Hollywood Harus Mengalah
Di tengah gempuran film China, film Hollywood harus rela turun peringkat. Adaptasi romantis Wuthering Heights hanya meraih sekitar 40 juta dolar AS di pekan keduanya dan mengalami penurunan signifikan dibanding debutnya.
Meski begitu, film animasi GOAT masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Dalam dua pekan, film ini sudah menembus lebih dari 100 juta dolar AS secara global dan masih akan dirilis di beberapa pasar besar, termasuk China.
Lonjakan box office saat Imlek ini jadi bukti bahwa film lokal China semakin solid, baik dari sisi produksi maupun daya tarik cerita. Strategi merilis beberapa film besar secara bersamaan terbukti efektif membangun euforia dan menarik penonton ke bioskop.
Keberhasilan Pegasus 3 bukan sekadar soal angka ratusan juta dolar. Film ini menjadi simbol bahwa industri film China kini mampu berdiri sejajar, bahkan mendominasi, di panggung global. Saat biasanya Hollywood memimpin, kali ini giliran China yang melaju paling depan — dan mereka melakukannya dengan penuh percaya diri.