Mel Gibson Tunda Jadwal Tayang Film The Resurrection of the Christ
Tim Teaterdotco - 47 menit yang lalu
Sutradara sekaligus aktor Mel Gibson resmi mengumumkan perubahan jadwal tayang film The Resurrection of the Christ, sekuel yang telah lama dinantikan dari film fenomenal The Passion of the Christ. Film religi epik tersebut kini dipastikan mengalami penundaan meski proses syuting telah rampung lebih cepat dari jadwal produksi.
Awalnya, bagian pertama film dijadwalkan tayang pada 26 Maret 2027. Namun, pihak studio memutuskan menggeser jadwal perilisannya menjadi 6 Mei 2027. Sementara itu, bagian kedua yang semula direncanakan rilis pada 6 Mei 2027 kini diundur hingga 25 Mei 2028.
Perubahan jadwal ini dilakukan agar perilisan kedua film bertepatan dengan perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke Surga atau Ascension Day, salah satu hari besar penting dalam kalender umat Kristen.
Syuting Selesai Lebih Cepat dari Jadwal
Meski jadwal tayang mundur, proses produksi film justru berjalan cukup lancar. Syuting untuk dua bagian film tersebut telah resmi selesai setelah berlangsung selama 134 hari di berbagai lokasi bersejarah di Italia, termasuk Roma, Bari, Ginosa, Craco, Brindisi, dan Matera.
Dalam pernyataannya, Mel Gibson mengaku bangga dengan hasil produksi yang telah diselesaikan bersama timnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada para pemain dan kru yang sangat berbakat karena telah mencurahkan hati mereka dalam produksi ini. Bersama-sama kami menciptakan sesuatu yang kuat,” ujar Gibson.
Bagi sang sutradara, proyek ini bukan sekadar film biasa. Ia menyebut The Resurrection of the Christ sebagai bagian penting dari perjalanan hidup dan kariernya selama lebih dari dua dekade terakhir.
“Film ini mewakili bagian utama dari karya hidup saya dan menuntut segalanya dari saya sebagai pembuat film dan seniman. Ini jauh lebih dari sekadar film bagi saya,” kata Gibson.
Ia juga menegaskan bahwa film tersebut merupakan misi pribadi untuk menghadirkan kisah yang menurutnya menjadi salah satu cerita paling penting dalam sejarah umat manusia.
Fokus pada Kebangkitan Yesus Kristus
Berbeda dengan film pertamanya yang berfokus pada 12 jam terakhir sebelum penyaliban Yesus Kristus, The Resurrection of the Christ akan mengangkat kisah kebangkitan Yesus setelah wafat di kayu salib.
Mel Gibson bahkan sempat menggambarkan proyek ini sebagai “perjalanan halusinogen” karena pendekatan cerita dan visualnya disebut sangat berbeda dari film religi pada umumnya.
Film ini ditulis Gibson bersama Randall Wallace. Ceritanya diperkirakan akan mengeksplorasi berbagai peristiwa spiritual setelah kebangkitan Yesus.
Deretan Pemeran Baru Gantikan Cast Lama
Salah satu perubahan besar dalam sekuel ini adalah pergantian jajaran pemeran utama. Aktor Jim Caviezel yang sebelumnya memerankan Yesus dipastikan tidak kembali tampil sebagai karakter utama.
Sebagai gantinya, aktor Jaakko Ohtonen akan memerankan Yesus Kristus. Ia akan beradu akting dengan Mariela Garriga yang memerankan Maria Magdalena.
Pergantian pemain dilakukan karena usia Jim Caviezel kini telah melewati 57 tahun, sehingga pihak produksi menilai proses peremajaan digital akan terlalu rumit untuk menggambarkan sosok Yesus berusia 33 tahun.
Selain itu, Monica Bellucci juga tidak kembali dalam sekuel ini. Perannya digantikan Mariela Garriga.
Aktris Kasia Smutniak akan memerankan Maria, ibu Yesus, menggantikan Maia Morgenstern. Sementara karakter Petrus kini dimainkan oleh Pier Luigi Pasino.
Aktor Riccardo Scamarcio juga bergabung sebagai Pontius Pilatus, menggantikan Hristo Naumov Shopov. Selain itu, Rupert Everett dikabarkan akan tampil dalam peran penting yang masih dirahasiakan.
The Passion of the Christ Pernah Pecahkan Rekor Box Office
Film The Passion of the Christ sebelumnya sukses besar di box office global. Film tersebut pernah menjadi film berating R terlaris sepanjang masa di Amerika Utara dengan pendapatan mencapai 370 juta dolar AS.
Namun, rekor tersebut akhirnya disalip oleh Deadpool & Wolverine yang berhasil meraih pendapatan domestik sebesar 636 juta dolar AS.