Rocky Gerung Jadi Chef di Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang
Kai Renata -
Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung resmi debut di dunia perfilman nasional lewat film drama terbaru berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang. Kemunculan Rocky dalam film ini langsung menarik perhatian publik setelah cuplikan trailer film beredar di media sosial.
Dalam film garapan sutradara Ismail Basbeth tersebut, Rocky Gerung tampil sebagai seorang chef atau koki profesional. Meski hanya muncul sebagai karakter pendukung, adegannya bersama tokoh utama berhasil mencuri perhatian penonton karena dialog yang intens dan penuh makna.
“Saya akan menyiapkan semua yang bapak inginkan. Saya bukan chef yang dungu,” ucap karakter Rocky Gerung dalam salah satu potongan trailer yang diunggah melalui akun Instagram resmi film tersebut.
Film ini menjadi pengalaman pertama Rocky Gerung tampil sebagai aktor di layar lebar. Penampilannya dengan seragam chef dan pembawaan yang serius menghadirkan warna tersendiri di dalam film yang mengangkat tema keluarga, sejarah, dan trauma sosial tersebut.
Tayang Perdana di Festival Film Internasional
Sebelum direncanakan tayang di bioskop Indonesia, Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang lebih dulu diputar di Shanghai International Film Festival dengan judul internasional My Own Last Supper.
Film ini diproduksi oleh Matta Cinema Production bersama Ruang Basbeth Bercerita dan diadaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji dengan judul yang sama. Selain menjadi sutradara, Ismail Basbeth juga ikut menulis skenario bersama sang penulis novel.
Proses produksi film dimulai di Yogyakarta pada akhir 2025. Proyek ini diproduseri oleh Nugroho Dewanto, Imran Hasibuan, dan Lyza Anggraheni.
Tim produksi menyebut film ini sebagai upaya menghadirkan kisah keluarga Indonesia dari sudut pandang yang jarang diangkat di perfilman nasional, khususnya pengalaman keluarga Tionghoa-Indonesia dalam menghadapi diskriminasi dan trauma sejarah.
Sinopsis Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang
Film ini berfokus pada kehidupan Encek, seorang pria keturunan Tionghoa yang harus menghadapi berbagai peristiwa pahit sepanjang hidupnya.
Kisah dimulai pada era 1950-an ketika Encek kecil dibuang oleh orang tuanya ke sebuah panti asuhan Islam. Saat beranjak remaja, ia melarikan diri dan hidup di pasar sebagai kuli panggul.
Di tengah kerasnya kehidupan pasar, Encek yang buta huruf justru menemukan cinta sejatinya pada seorang perempuan, anak pedagang beras yang kemudian menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Namun kehidupan Encek tidak pernah benar-benar tenang. Ia harus menghadapi trauma psikologis dan tekanan sosial akibat diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia.
Film ini juga menampilkan berbagai latar sejarah penting, mulai dari tragedi 1965 hingga kerusuhan 1998. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Encek dan memengaruhi hubungan keluarganya hingga masa tua.
Meski mengangkat sejarah, tim produksi menegaskan bahwa film ini bukan film sejarah dalam pengertian konvensional. Cerita lebih berfokus pada drama keluarga dan pengalaman personal yang perlahan membuka percakapan lebih luas tentang ingatan kolektif, luka antargenerasi, serta cara manusia berdamai dengan masa lalu.
Deretan Pemain dan Karakter
Selain Rocky Gerung, film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama lintas generasi.
Ferry Salim dipercaya memerankan Encek di usia senja sebagai tokoh utama. Melissa Karim berperan sebagai Encim, istri Encek. Sementara Nicholas Anderson memerankan Encek muda dan Jessy Davita menjadi Encim muda.
Film ini juga menghadirkan Verdi Solaiman dalam jajaran pemain pendukung.
Kombinasi para pemain senior dan generasi muda disebut menjadi kekuatan utama film dalam membangun dinamika keluarga yang emosional dan realistis.
Angkat Tema Kehidupan dan Kematian
Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang hadir sebagai film drama yang mencoba membahas persoalan hidup, kehilangan, memaafkan, dan kematian melalui pendekatan yang personal.
Alih-alih menampilkan sejarah secara bombastis, film ini justru menghadirkan sejarah lewat percakapan sehari-hari, relasi keluarga, hingga jarak emosional antaranggota keluarga.
Dengan pendekatan tersebut, film ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang lebih intim dan menyentuh.
Hingga saat ini belum ada jadwal resmi penayangan film di bioskop Indonesia. Namun setelah tampil di festival film internasional dan ramai diperbincangkan karena debut Rocky Gerung, Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang menjadi salah satu film drama Indonesia yang paling dinantikan pada 2026.