Star Wars: The Mandalorian and Grogu Puncaki Box Office, Raup Rp1,5 Triliun di Awal Penayangan

Tim Teaterdotco - 42 menit yang lalu
Star Wars: The Mandalorian and Grogu Puncaki Box Office, Raup Rp1,5 Triliun di Awal Penayangan

Film terbaru semesta The Mandalorian and Grogu berhasil memuncaki box office Amerika Utara pada akhir pekan Memorial Day meski sempat dibayangi kekhawatiran soal performa pembukaannya. Film garapan Jon Favreau tersebut mencatat pendapatan sekitar 33 juta dolar AS pada hari pertama penayangan di lebih dari 4.300 bioskop.

Angka itu memang menjadi salah satu pembukaan terendah untuk film layar lebar Star Wars era modern sejak Disney mengakuisisi Lucasfilm pada 2012. Namun di balik angka tersebut, film ini justru mendapat sambutan luar biasa dari penonton.

Skor Penonton Tertinggi untuk Film Star Wars Era Disney

Meski kritik dari reviewer profesional terbilang beragam, respons penonton terhadap film ini sangat positif. Di Rotten Tomatoes, “The Mandalorian and Grogu” memperoleh skor audiens mencapai 89 persen, tertinggi untuk film Star Wars sejak era Disney dimulai.

Penonton muda menjadi faktor utama kesuksesan awal film ini. Anak-anak, khususnya penonton laki-laki di bawah usia 13 tahun, memberikan nilai sangat tinggi melalui CinemaScore dengan predikat A. Sementara survei PostTrak juga menunjukkan penonton umum memberi respons positif dengan rata-rata empat dari lima bintang.

Kondisi tersebut memunculkan optimisme bahwa film ini bisa memiliki “long run” atau bertahan lama di bioskop lewat promosi dari mulut ke mulut. Banyak keluarga diperkirakan baru mulai memenuhi bioskop pada Sabtu dan Minggu akhir pekan libur panjang tersebut.

Proyeksi Box Office Meningkat Tajam

Sebelum penayangan dimulai, sejumlah analis memperkirakan film ini hanya akan meraih sekitar 80 juta dolar AS selama empat hari akhir pekan Memorial Day. Namun setelah hasil kuat di hari Jumat, proyeksi meningkat drastis.

Kini, “The Mandalorian and Grogu” diperkirakan mampu menghasilkan 95 hingga 100 juta dolar AS di pasar domestik Amerika Utara selama empat hari libur panjang. Secara global, pendapatan awal film ini diproyeksikan mencapai 160 hingga 170 juta dolar AS.

Meski masih di bawah capaian film-film Star Wars klasik, angka tersebut dianggap cukup positif di tengah kekhawatiran soal “franchise fatigue” atau kejenuhan penonton terhadap franchise besar Hollywood.

Beban Besar sebagai Film Star Wars Pertama dalam Tujuh Tahun

Film ini memang datang dengan ekspektasi besar. Selain menjadi film Star Wars pertama yang tayang di bioskop setelah tujuh tahun, proyek ini juga harus membuktikan bahwa kisah dari serial Disney+ layak diangkat menjadi film layar lebar.

“The Mandalorian and Grogu” melanjutkan cerita serial populer The Mandalorian yang sebelumnya sukses besar di platform streaming Disney+. Serial tersebut juga memperkenalkan karakter Grogu atau Baby Yoda yang fenomenal dan menjadi salah satu ikon budaya pop modern.

Namun sebagian penonton masih menganggap film ini memerlukan “pekerjaan rumah” karena berkaitan erat dengan tiga musim serial televisinya. Banyak orang yang belum mengikuti serial tersebut disebut memilih menunggu film ini hadir di layanan streaming dibanding menontonnya di bioskop.

Budget Lebih Rendah Jadi Keuntungan Besar

Salah satu faktor penting yang membuat film ini dinilai lebih aman secara finansial adalah biaya produksinya yang relatif moderat. Film yang dibintangi Pedro Pascal tersebut memiliki budget sekitar 165 juta dolar AS.

Jumlah itu jauh lebih rendah dibanding Solo: A Star Wars Story yang menelan biaya produksi sekitar 300 juta dolar AS dan akhirnya dianggap gagal secara finansial meski meraup hampir 400 juta dolar AS secara global.

Selain pemasukan tiket bioskop, Disney juga diperkirakan akan mendapat keuntungan besar dari penjualan merchandise Grogu yang selama ini menjadi salah satu produk paling laris dalam franchise Star Wars.

Cerita Baru dengan Karakter Lama

Dalam film terbaru ini, Pedro Pascal kembali memerankan Din Djarin sang Mandalorian yang mendapat misi baru untuk melindungi Grogu. Film juga menghadirkan Sigourney Weaver sebagai Kolonel Ward dari New Republic.

Sementara itu, karakter Rotta the Hutt diisi suaranya oleh Jeremy Allen White. Ada pula penampilan unik Martin Scorsese yang menjadi pengisi suara karakter koki berkaki empat di sebuah kedai makanan.

Film Horor “Obsession” Ikut Curi Perhatian

Selain dominasi “The Mandalorian and Grogu”, akhir pekan Memorial Day juga diramaikan kesuksesan film horor Obsession. Film garapan Curry Barker tersebut diperkirakan meraih hampir 20 juta dolar AS pada pekan kedua penayangannya.

Menariknya, angka itu justru naik sekitar 16 persen dibanding akhir pekan debutnya, sebuah pencapaian langka untuk genre horor di box office modern.