Berawal dari YouTube, Film Backrooms Kini Siap Guncang Bioskop

Tim Teaterdotco - 46 menit yang lalu
Berawal dari YouTube, Film Backrooms Kini Siap Guncang Bioskop

Film horor terbaru Backrooms mulai mencuri perhatian publik dan industri perfilman dunia menjelang penayangannya di bioskop. Meski bukan bagian dari franchise besar Hollywood, film produksi A24 ini justru diprediksi menjadi salah satu kejutan terbesar di box office musim panas 2026.

Yang membuatnya semakin menarik, “Backrooms” ternyata berawal dari video pendek YouTube berdurasi sembilan menit yang dibuat seorang remaja bernama Kane Parsons saat usianya masih 16 tahun.

Kini, karya sederhana yang dulu hanya diunggah di internet itu berubah menjadi film layar lebar dengan potensi pendapatan puluhan juta dolar.

Dari Video YouTube ke Layar Lebar Hollywood

Fenomena “Backrooms” sebenarnya sudah dimulai sejak 2022 ketika Kane Parsons, yang dikenal lewat kanal Kane Pixels, mengunggah film pendek horor bergaya found footage di YouTube.

Video tersebut menampilkan suasana lorong kosong berwarna kuning dengan pencahayaan lampu neon yang terasa aneh dan tidak nyaman. Kamera bergerak seolah penonton ikut terjebak di dalam ruangan misterius tanpa jalan keluar.

Tanpa banyak dialog maupun jumpscare berlebihan, video itu justru sukses membuat jutaan orang merasa merinding karena atmosfernya yang sangat mencekam.

Hingga sekarang, video pendek tersebut telah ditonton lebih dari 78 juta kali dan berkembang menjadi serial horor internet yang memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia.

Melihat popularitas itu, A24 akhirnya memutuskan membawa “Backrooms” ke layar lebar dan memberikan Kane Parsons kesempatan menyutradarai langsung adaptasi filmnya.

Diprediksi Raih Box Office Besar

Menjelang jadwal tayang, prediksi awal box office untuk “Backrooms” juga mulai bermunculan. Film ini diperkirakan mampu meraih pendapatan pembukaan sekitar 25 hingga 33 juta dolar AS di Amerika Utara.

Angka tersebut tergolong sangat besar untuk film horor dengan biaya produksi sekitar 10 juta dolar AS.

Jika prediksi itu tercapai, “Backrooms” bahkan berpotensi memecahkan rekor sebagai film dengan opening terbesar sepanjang sejarah A24. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Civil War yang dirilis pada 2024.

Banyak pengamat menilai kesuksesan awal “Backrooms” menunjukkan tren baru di industri hiburan, di mana kreator internet kini mulai mampu bersaing di level Hollywood.

Cerita Misterius Dunia “Backrooms”

Versi layar lebarnya menghadirkan cerita yang lebih luas dibanding serial YouTube-nya.

Film ini mengikuti kisah seorang terapis bernama Dr. Mary Kline yang diperankan Renate Reinsve. Ia berusaha mencari pasiennya, Clark, yang dimainkan Chiwetel Ejiofor, setelah pria tersebut menghilang secara misterius.

Clark diketahui masuk ke sebuah dimensi aneh melalui pintu rahasia yang muncul di ruang bawah tanah toko furniturnya.

Dari situlah petualangan mengerikan dimulai. Sang terapis harus masuk ke dunia “Backrooms”, sebuah labirin tanpa akhir yang dipenuhi ruangan kosong, lorong sunyi, dan suasana menyeramkan yang sulit dijelaskan.

Alih-alih mengandalkan monster atau jumpscare tradisional, film ini lebih fokus membangun rasa takut lewat kesunyian, isolasi, dan rasa tersesat di tempat yang terasa asing namun anehnya familiar.

Sutradara Muda Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan dari “Backrooms” adalah sosok Kane Parsons sendiri.

Kini berusia 20 tahun, Parsons menjadi salah satu sutradara termuda yang pernah dipercaya menangani proyek film besar dari A24. Ia tidak hanya menjadi sutradara, tetapi juga ikut menulis naskah, menjadi produser, hingga terlibat dalam penggarapan musik film.

Meski masih sangat muda, banyak penggemar horor percaya Parsons memiliki gaya visual unik yang berbeda dari film horor mainstream kebanyakan.

Film ini juga mendapat dukungan dari nama-nama besar seperti James Wan dan Shawn Levy yang ikut terlibat sebagai produser.

Bangun Set Nyata demi Atmosfer Lebih Mencekam

Untuk menghadirkan suasana “Backrooms” yang realistis, tim produksi membangun set fisik raksasa seluas sekitar 30 ribu kaki persegi.

Set tersebut dibuat menyerupai labirin ruangan kuning tanpa ujung seperti yang muncul di video viralnya. Beberapa kru bahkan dikabarkan sempat tersesat saat proses syuting berlangsung karena luasnya area yang dibangun.

Pendekatan ini dipilih agar para aktor benar-benar merasakan atmosfer menegangkan ketika berada di dalam “Backrooms”, bukan hanya mengandalkan efek CGI atau green screen.

Jadwal Tayang di Indonesia

Dengan hype yang terus meningkat, “Backrooms” kini masuk daftar film horor paling dinanti tahun ini.

Film Backrooms dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026. Banyak penggemar horor penasaran apakah film ini benar-benar mampu memenuhi ekspektasi besar setelah viral di internet selama beberapa tahun terakhir.