Review Film Above and Below: Teror Hiu dan Kartel di Tengah Laut

-
Review Film Above and Below: Teror Hiu dan Kartel di Tengah Laut

Film hiu biasanya punya satu formula sederhana: sekelompok orang terjebak di laut, predator datang, lalu mereka harus mencari cara untuk bertahan hidup. Above and Below mencoba membuat formula itu sedikit berbeda dengan memasukkan konflik kartel narkoba ke dalam ceritanya.

Disutradarai Jesse V. Johnson, film thriller 2026 ini mempertemukan teror bawah laut dengan aksi kriminal di atas kapal. Hasilnya cukup menghibur, meski tidak selalu berhasil menjaga ketegangan dari awal hingga akhir.

Liburan yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk

Cerita berpusat pada Tatiana (Laura Marano), saudara laki-lakinya, Kyle (Diego Llinás), dan sejumlah teman yang sedang berlibur di Meksiko. Kyle memiliki masalah perjudian hingga akhirnya berurusan dengan Burns (Antonio Banderas), seorang bandar sekaligus tokoh kartel yang berbahaya.

Alih-alih langsung menghukumnya, Burns menawarkan sebuah perjalanan dengan kapal untuk menikmati aktivitas menyelam bersama hiu. Tawaran tersebut tentu terdengar menarik bagi rombongan yang sedang berlibur.

Masalah baru muncul ketika mereka menyadari bahwa kapal tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada orang-orang bersenjata, narkoba milik kartel, dan rahasia yang perlahan terbongkar.

Situasi semakin kacau ketika narkoba tersebut jatuh ke dasar laut. Para korban kemudian dipaksa turun ke kedalaman untuk mengambilnya kembali. Di sanalah persoalan sebenarnya dimulai: mereka bukan hanya harus berhadapan dengan orang-orang bersenjata, tetapi juga hiu putih besar yang berputar di sekitar mereka.

Ketegangannya Ada, tetapi Tidak Konsisten

Konsep dua ancaman ini sebenarnya menjadi kekuatan utama Above and Below. Film tidak hanya mengandalkan kemunculan hiu untuk membuat penonton tegang.

Adegan di atas kapal menghadirkan konflik kriminal, sementara adegan bawah laut memberikan teror yang lebih claustrophobic. Ketika Tatiana dan kawan-kawannya berada di dalam sangkar hiu, ruang gerak mereka terbatas dan oksigen terus berkurang. Kondisi tersebut semestinya menjadi bahan bakar utama untuk membangun suspense.

Beberapa bagian memang bekerja dengan baik. Sinematografi bawah laut cukup rapi dan posisi karakter maupun hiu relatif mudah diikuti. Film juga tidak buru-buru menampilkan hiu sebagai monster yang muncul setiap beberapa menit.

Sayangnya, ritmenya tidak selalu terjaga. Above and Below membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar masuk ke konflik utama. Sejumlah adegan awal terasa datar, sementara beberapa keputusan karakter membuat cerita sulit dipercaya.

Ketika film akhirnya mulai bergerak cepat, intensitasnya justru lebih terasa. Ada beberapa momen kekerasan dan serangan hiu yang cukup mengejutkan, tetapi setelah itu film kembali kehilangan momentum.

Antonio Banderas Mencuri Perhatian

Salah satu hal yang membuat film ini tetap menarik adalah penampilan Antonio Banderas sebagai Burns.

Banderas tidak sekadar muncul sebagai penjahat satu dimensi. Burns tampil tenang, manipulatif, sekaligus memiliki karisma yang membuat setiap kemunculannya terasa lebih hidup. Ia bahkan mampu mengangkat beberapa adegan yang sebenarnya memiliki dialog cukup kaku.

Laura Marano juga memberikan penampilan yang berbeda dari peran-peran ringannya. Sebagai Tatiana, ia tampil lebih serius ketika karakter tersebut dipaksa menghadapi situasi hidup dan mati.

Namun, hubungan antarkarakter lainnya belum terasa kuat. Beberapa dialog terdengar seperti sekadar alat untuk membawa cerita menuju adegan berikutnya.

Bukan Film Hiu yang Istimewa

Pada akhirnya, Above and Below masih bermain aman. Formula filmnya mudah ditebak: lokasi terpencil, ancaman yang semakin besar, peralatan yang bermasalah, dan kesempatan hidup yang terus menipis.

Yang membuatnya sedikit berbeda adalah keberanian mencampurkan film hiu dengan thriller kartel. Sayangnya, ide tersebut belum dieksplorasi secara maksimal.

Film ini bukan tandingan Jaws atau The Shallows, tetapi juga tidak sepenuhnya gagal. Bagi penonton yang mencari tontonan ringan dengan kombinasi hiu, aksi kriminal, dan ketegangan di tengah laut, Above and Below masih cukup layak dicoba.

Namun, jika yang dicari adalah film hiu dengan cerita kuat dan ketegangan yang konsisten, film ini kemungkinan hanya akan menjadi tontonan sekali lewat.