Review Film AIUEO: Macam Betool Aja: Komedi Romantis yang Penuh Warna
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Film AIUEO: Macam Betool Aja hadir sebagai warna baru dalam deretan film komedi Indonesia 2026. Mengusung latar Kota Medan dengan logat dan kultur yang kental, film garapan sutradara Etienne Caesar ini mencoba menawarkan komedi romantis yang membumi lewat kisah tiga sahabat yang nekat membangun usaha event organizer (EO) sendiri.
Dibintangi Lolox, Oki Rengga, Andri Mashadi, serta Michelle Ziudith, film produksi TCK Entertainment ini mengandalkan kekuatan komika asal Medan dan semangat sineas daerah. Lantas, seberapa berhasil AIUEO: Macam Betool Aja menghibur penonton?
Sinopsis: Dari Dipecat hingga Menangani Pernikahan Bermasalah
Cerita berpusat pada Alung (Lolox), Igor (Andri Mashadi), dan Ujay (Oki Rengga), tiga sahabat yang bekerja di sebuah perusahaan event organizer. Nasib kurang baik membuat mereka dipecat secara bersamaan. Alih-alih menyerah, ketiganya justru mendirikan EO sendiri bernama AIUEO, singkatan dari nama mereka bertiga.
Sebagai pemain baru di industri kreatif, mereka menerima berbagai klien unik dan tak biasa. Mulai dari mengurus acara di rumah duka hingga menyelenggarakan “pernikahan anjing”, pengalaman absurd itu menjadi ladang komedi yang cukup mengocok perut.
Kesempatan emas datang ketika mereka dipercaya menangani pesta pernikahan mewah milik seorang pengusaha kaya. Namun proyek besar ini justru berubah menjadi sumber konflik saat Sofia (Michelle Ziudith), calon pengantin perempuan sekaligus teman lama Igor, meminta bantuan untuk menggagalkan pernikahannya sendiri.
Permintaan tersebut memicu dilema moral, konflik persahabatan, hingga kekacauan yang menjadi inti cerita film ini.
Kekuatan Utama: Logat Medan dan Komedi Situasional
Salah satu daya tarik terbesar AIUEO: Macam Betool Aja adalah keotentikan nuansa Medan yang ditampilkan. Dialek khas, gestur, hingga referensi budaya lokal terasa natural karena sebagian besar pemain dan kru memang berasal dari Medan.
Tak hanya budaya Batak, film ini juga menampilkan keberagaman kultur Melayu, Tionghoa, hingga India yang hidup berdampingan di Sumatera Utara. Pendekatan ini membuat film terasa lokal, namun tetap inklusif dan mudah dinikmati penonton nasional.
Dari sisi komedi, film ini mengandalkan situasi absurd dan dinamika persahabatan. Banyak penonton mengaku terhibur dengan dialog yang mengalir serta kelucuan yang tidak terlalu dipaksakan. Tema persahabatan, tekanan kerja, serta harapan orang tua terhadap anak muda juga terasa relevan dengan kehidupan generasi sekarang.
Eksekusi dan Humor yang Tidak Selalu Aman
Meski menawarkan premis menarik, film ini bukan tanpa kekurangan. Alur cerita yang cenderung mudah ditebak dan karakter yang masih terasa stereotipikal. Pendalaman konflik emosional pun dinilai kurang maksimal.
Selain itu, gaya komedi yang cenderung nyeleneh dan sesekali mengarah pada humor jorok mungkin tidak cocok untuk semua penonton. Bagi yang sudah familiar dengan gaya stand-up Lolox dan Oki Rengga, humor semacam ini mungkin terasa wajar. Namun untuk penonton umum, beberapa adegan bisa terasa berlebihan.
Dari sisi teknis, kualitas sinematografi juga disebut belum sepenuhnya memaksimalkan potensi lanskap Sumatera Utara yang sebenarnya bisa menjadi nilai jual visual.
Sebagai film debut produksi TCK Entertainment, AIUEO: Macam Betool Aja tetap patut diapresiasi karena berani mengangkat identitas daerah secara kuat ke layar lebar. Film ini ringan, menghibur, dan cocok bagi penonton yang mencari tontonan santai dengan nuansa komedi khas Medan.
Walau eksekusinya belum sempurna, pesan tentang arti persahabatan dan perjuangan membangun mimpi tetap terasa. Jika Anda menyukai komedi lokal dengan dialek khas dan cerita tentang lika-liku dunia kerja kreatif, film ini bisa menjadi pilihan tontonan yang cukup menghibur di bioskop.