Review Film Unexpected Family: Jackie Chan Tampil Berbeda dalam Drama Keluarga yang Menyentuh

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Review Film Unexpected Family: Jackie Chan Tampil Berbeda dalam Drama Keluarga yang Menyentuh

Nama Jackie Chan selama puluhan tahun identik dengan aksi laga, kungfu, dan komedi fisik yang enerjik. Namun lewat film Unexpected Family, aktor senior asal Hong Kong ini menunjukkan sisi lain dari dirinya. Tanpa banyak adegan aksi, Jackie Chan justru hadir sebagai sosok lansia rapuh yang bergulat dengan penyakit Alzheimer, membawa penonton pada kisah keluarga yang sederhana, namun emosinya terasa nyata.

Disutradarai Li Taiyan, Unexpected Family memilih jalur drama komedi dengan tempo tenang. Film ini tidak berusaha memancing decak kagum lewat konflik besar, melainkan mengajak penonton menyelami hubungan antarmanusia yang tumbuh dari kepedulian dan empati.

Sinopsis: Pertemuan Tak Terduga yang Mengubah Hidup

Cerita berpusat pada Zhong Bufan, seorang pemuda yang memutuskan pergi ke Beijing untuk menjauh dari masalah keluarga yang selama ini membebaninya. Di tengah perjalanannya, ia bertemu Ren Jiqing, seorang pria tua pensiunan atlet angkat besi yang hidup sendirian dan menderita Alzheimer akut.

Karena gangguan ingatan yang dialaminya, Ren Jiqing mengira Bufan adalah anak laki-lakinya yang telah lama meninggalkan rumah. Alih-alih meluruskan keadaan, Bufan justru memilih mengikuti arus ingatan Ren Jiqing. Keputusan itu perlahan membentuk ikatan emosional yang tidak direncanakan.

Situasi semakin berkembang ketika Bufan mengajak beberapa orang lain Su Xiaoyue, Jia Ye, dan Jin Zheng untuk ikut tinggal bersama dan berpura-pura menjadi keluarga. Dari kebohongan kecil inilah tumbuh hubungan yang justru terasa paling jujur.

Drama Keluarga yang Mengalir Alami

Salah satu kekuatan utama Unexpected Family terletak pada caranya bercerita. Film ini berjalan pelan, namun tidak membosankan. Konflik tidak hadir dalam bentuk pertengkaran besar, melainkan melalui momen-momen kecil yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penonton diajak melihat bagaimana kesepian para lansia, trauma masa lalu, serta luka keluarga yang belum sembuh bisa saling bertemu dalam satu ruang. Sentuhan komedi tetap ada, tetapi porsinya ringan dan berfungsi sebagai jeda emosi, bukan sekadar pemancing tawa.

Tema Alzheimer juga ditampilkan secara manusiawi. Film ini tidak menjadikannya sebagai gimmick, melainkan sebagai pintu masuk untuk membahas kasih sayang, rasa bersalah, dan kebutuhan akan kehadiran keluarga.

Akting Jackie Chan Jadi Sorotan

Jackie Chan tampil mengejutkan sebagai Ren Jiqing. Tanpa harus berteriak atau bermain berlebihan, ia mampu menunjukkan kebingungan, kerentanan, dan kehangatan seorang pria tua yang kehilangan sebagian ingatannya. Aktingnya terasa jujur dan menyentuh, jauh dari kesan dibuat-buat.

Peng Yuchang sebagai Zhong Bufan juga tampil solid. Interaksinya dengan Jackie Chan terasa natural dan membangun chemistry yang kuat. Aktor pendukung lain seperti Zhang Jianing, Pan Binlong, dan Li Ping turut memberi warna, membuat dinamika “keluarga dadakan” ini terasa hidup.

Kesimpulan: Film Hangat dengan Pesan Kuat

Unexpected Family bukan film Jackie Chan yang penuh aksi, dan memang tidak ditujukan untuk itu. Film ini lebih cocok bagi penonton yang mencari cerita keluarga dengan muatan emosional dan pesan reflektif.

Dengan cerita sederhana, akting matang, serta isu yang relevan tentang keluarga dan penuaan, Unexpected Family berhasil menjadi tontonan yang hangat sekaligus menyentuh. Film ini mengingatkan bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang kehadiran, perhatian, dan keikhlasan untuk saling memahami.

Film Unexpected Family mulai tayang di bioskop pada 14 Januari 2026 dan layak masuk daftar tontonan awal tahun, terutama bagi pencinta drama keluarga yang membumi dan penuh empati.