Review Pelangi di Mars: Suguhan Visual Canggih dan Edukatif untuk Libur Lebaran

Tim Teaterdotco - Kamis, 19 Maret 2026 10:21 WIB
Review Pelangi di Mars: Suguhan Visual Canggih dan Edukatif untuk Libur Lebaran

Libur Lebaran tahun 2026 kedatangan tontonan keluarga yang segar dan berbeda. Lewat tangan dingin sutradara Upie Guava, industri perfilman Indonesia akhirnya menelurkan karya fiksi ilmiah yang patut diperhitungkan. Bagi kamu yang sedang mencari alternatif tontonan bersama anak, ulasan atau review Pelangi di Mars berikut ini akan membedah tuntas apa saja yang membuat film ini menarik untuk disaksikan.

Petualangan Menyelamatkan Bumi dari Planet Merah

Cerita berlatar di masa depan sekitar tahun 2090. Bumi sedang mengalami krisis air parah akibat monopoli perusahaan serakah bernama Nerotek. Kondisi ini memaksa umat manusia, termasuk ilmuwan bernama Pratiwi yang diperankan oleh Lutesha, pergi ke Mars untuk membangun koloni baru. Pratiwi yang berangkat dalam kondisi hamil akhirnya melahirkan anak perempuan bernama Pelangi. Pelangi, yang diperankan dengan apik oleh Keinaya Messi Gusti, tercatat sebagai manusia pertama yang lahir di planet tersebut.

Petualangan sesungguhnya dimulai ketika Pelangi beranjak besar. Ia memiliki misi krusial mencari Zeolit Omega, sebuah mineral langka yang diyakini mampu memurnikan kembali air di Bumi. Dalam pencarian ini, Pelangi tidak sendirian. Ia dibantu oleh lima robot unik dari berbagai koloni negara. Ada Batik dari Indonesia, Petya dari Rusia, Yoman dari Eropa, Kimchi dari Korea, dan Sulil dari India.

Visual Memanjakan Mata dengan Teknologi XR

Satu hal yang paling menonjol dari karya Mahakarya Pictures ini adalah penggunaan teknologi visualnya. Film ini menjadi pionir di Indonesia yang menggabungkan aktor manusia dengan karakter animasi melalui teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine.

Proses produksinya sendiri memakan waktu hingga lima setengah tahun. Kerja keras ratusan kreator lokal ini membuahkan hasil visual yang tidak kalah saing dengan produksi luar negeri. Animasi robot dan latar planet merah terasa begitu hidup, memberikan pengalaman sinematik yang baru bagi penonton Tanah Air.

Perpaduan Budaya Lokal dan Pesan Edukatif

Selain canggih, film ini sukses menyisipkan budaya lokal dengan cara yang sangat kreatif. Bayangkan saja ada adegan robot yang tiba-tiba membaca puisi hingga menyanyikan lagu daerah Cublak-Cublak Suweng.

Sentuhan komedi dari para pengisi suara robot seperti Bimo Kusumo, Gilang Dirga, hingga Kristo Immanuel sukses memancing tawa penonton anak-anak maupun dewasa. Hal ini membuat unsur edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan sumber air tersampaikan dengan ringan tanpa kesan menggurui. Generasi milenial yang menemani anak-anak mereka menonton juga akan bernostalgia dengan nuansa sci-fi klasik era 90-an yang hangat dan sarat makna persahabatan.

Tentu saja karya ini tidak lepas dari beberapa kelemahan. Pada dua babak awal, alur cerita terasa berjalan cukup lambat. Penonton anak-anak mungkin akan sedikit merasa bosan sebelum akhirnya tempo beranjak cepat dan seru pada babak ketiga.

Selain itu, ada beberapa celah logika cerita yang mungkin mengganggu penonton dewasa, seperti tidak adanya penjelasan rinci mengenai sosok ayah Pelangi dan bagaimana proses kehamilan Pratiwi di luar angkasa bisa terjadi. Sinkronisasi gerakan tubuh robot dan suara dubbing di beberapa adegan juga masih terasa kurang presisi.

Jadwal Pelangi di Mars

Meskipun memiliki beberapa catatan kekurangan, secara keseluruhan film ini merupakan batu loncatan yang sangat impresif bagi industri film animasi dan fiksi ilmiah di Indonesia. Dengan durasi sekitar dua jam, penonton disajikan paket lengkap mulai dari drama keluarga, komedi kocak, hingga aksi petualangan mendebarkan.

Jika kamu tertarik melihat aksi Pelangi dan kawan-kawan robotnya, jadwal Pelangi di Mars sudah mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 18 Maret 2026. Ini adalah pilihan tepat untuk menghabiskan waktu libur Lebaran bersama keluarga sambil mendukung kemajuan film karya anak bangsa.