Film Hamnet Siap Tayang di Indonesia, Ungkap Sisi Paling Personal William Shakespeare

Tim Teaterdotco - 3 jam yang lalu
Film Hamnet Siap Tayang di Indonesia, Ungkap Sisi Paling Personal William Shakespeare

Film drama Hamnet dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Februari 2026. Kabar ini diumumkan langsung oleh Universal Pictures Indonesia, sekaligus menandai kehadiran salah satu film paling bergengsi di musim penghargaan tahun ini ke layar lebar Tanah Air.

Sejak pertama kali dirilis di Amerika Serikat pada November 2025, Hamnet langsung mencuri perhatian dunia. Film ini berhasil memenangkan Best Motion Picture – Drama di Golden Globe dan melaju sebagai salah satu kandidat terkuat Best Picture Academy Awards 2026. Prestasi tersebut membuat Hamnet menjadi judul yang tak hanya ramai dibicarakan kritikus, tetapi juga dinantikan penonton global.

Mengulik Sisi Paling Personal William Shakespeare

Berbeda dari cerita tentang William Shakespeare yang biasa dikenal publik, Hamnet tidak menyoroti kejayaan sang penulis di atas panggung teater. Film ini justru membawa penonton masuk ke kehidupan rumah tangganya yang jarang disorot sejarah.

Diadaptasi dari novel laris karya Maggie O’Farrell, Hamnet berkisah tentang tragedi meninggalnya putra Shakespeare yang masih berusia 11 tahun. Kehilangan tersebut menjadi luka mendalam yang perlahan mengubah kehidupan William dan istrinya, Agnes Hathaway.

Cerita disampaikan dengan pendekatan yang tenang dan intim. Tidak ada dramatisasi berlebihan. Duka hadir dalam kesunyian, jarak emosional, dan perubahan kecil yang terasa nyata bagi siapa pun yang pernah kehilangan orang terkasih.

Duka yang Memisahkan, Cinta yang Diuji

Agnes digambarkan sebagai sosok ibu yang kuat sekaligus rapuh. Ia memiliki hubungan emosional yang dalam dengan anak-anaknya dan kehidupan alam di sekitarnya. Kematian Hamnet membuatnya tenggelam dalam kesedihan dan rasa bersalah yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Sementara itu, William Shakespeare memilih menjauh. Ia menghabiskan waktu di London, menyalurkan rasa bersalah dan kesakitannya lewat tulisan. Jarak fisik dan batin ini memperlihatkan bagaimana duka bisa memisahkan dua orang yang sebenarnya saling mencintai.

Film ini dengan halus menunjukkan bahwa tidak ada cara yang benar atau salah dalam berduka. Setiap karakter bertahan dengan caranya sendiri, meski harus membayar harga emosional yang tidak kecil.

Akting Jessie Buckley Jadi Kekuatan Utama

Penampilan Jessie Buckley sebagai Agnes menjadi salah satu aspek paling menonjol dalam Hamnet. Tanpa banyak dialog, ekspresi dan bahasa tubuhnya berhasil menyampaikan kesedihan yang dalam dan terasa nyata. Peran ini mengantarkannya meraih Best Actress di Golden Globe dan Critics’ Choice, serta masuk nominasi Aktris Terbaik Oscar 2026.

Paul Mescal juga tampil solid sebagai William Shakespeare. Ia memerankan sosok ayah yang terjebak antara ambisi, rasa bersalah, dan ketidakmampuan menghadapi kehilangan, dengan emosi yang tertahan namun kuat.

Sentuhan Chloé Zhao yang Lembut dan Puitis

Disutradarai oleh Chloé Zhao, yang sebelumnya meraih Oscar lewat Nomadland, Hamnet tampil dengan visual lembut dan ritme cerita yang pelan. Narasi non-linear yang dipenuhi potongan kenangan membuat film ini terasa reflektif dan personal.

Pendekatan Zhao membuat Hamnet bukan sekadar film sejarah atau biografi, melainkan pengalaman emosional yang mengajak penonton untuk ikut merasakan duka, cinta, dan proses bertahan setelah kehilangan.

Tontonan Emosional yang Layak Dinantikan

Dengan deretan prestasi di Toronto International Film Festival, BAFTA, Golden Globe, hingga Oscar, Hamnet hadir sebagai film drama yang kuat secara cerita dan emosi.

Bagi penonton Indonesia yang mencari tontonan berkelas dengan kisah manusiawi dan menyentuh, Hamnet menjadi salah satu film yang patut dinantikan di bioskop Februari 2026.