Gore Verbinski Comeback Lewat Good Luck, Have Fun, Dont Die, Sci-Fi Brutal Bertema AI

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Gore Verbinski Comeback Lewat Good Luck, Have Fun, Dont Die, Sci-Fi Brutal Bertema AI

Gore Verbinski akhirnya kembali ke kursi sutradara setelah satu dekade absen dari layar lebar. Comeback-nya terjadi lewat film fiksi ilmiah komedi berjudul Good Luck, Have Fun, Don’t Die, yang langsung mencuri perhatian kritikus sejak pemutaran perdananya di Fantastic Fest 2025 dan Berlin International Film Festival 2026.

Film berdurasi 134 menit ini menjadi proyek penyutradaraan pertama Verbinski sejak A Cure for Wellness. Di Indonesia, film ini dijadwalkan tayang mulai 6 Maret 2026 dan disebut-sebut sebagai salah satu film sci-fi paling wajib tonton tahun ini.

Comeback Setelah Hiatus Panjang

Nama Gore Verbinski identik dengan film-film berskala besar dan penuh karakter kuat. Ia sebelumnya sukses lewat trilogi Pirates of the Caribbean dan film animasi Rango. Namun, setelah beberapa proyek berikutnya seperti The Lone Ranger dan A Cure for Wellness kurang mendapat respons sesuai harapan, Verbinski memilih mundur sejenak dari industri.

Hiatus panjang itu ternyata bukan tanpa alasan. Ia mengaku menunggu naskah yang benar-benar terasa mendesak dan relevan dengan kondisi zaman. Naskah karya Matthew Robinson inilah yang akhirnya membuatnya kembali. Menurut Verbinski, tema kecerdasan buatan (AI) yang dulu terasa futuristik kini justru menjadi bagian nyata dari kehidupan sehari-hari.

Sinopsis: Pria dari Masa Depan dan Ancaman AI

Film ini dibintangi Sam Rockwell sebagai sosok misterius yang mengaku datang dari masa depan. Ia muncul di sebuah restoran dengan bahan peledak terikat di tubuhnya dan memperingatkan bahwa kecerdasan buatan akan menghancurkan peradaban manusia.

Karakter tersebut mencoba meyakinkan sekelompok orang asing bahwa hanya kombinasi mereka yang bisa mencegah bencana global. Namun, skeptisisme, ego, dan ketergantungan mereka pada teknologi justru menjadi penghalang utama.

Selain Rockwell, film ini juga diperkuat oleh Haley Lu Richardson, Michael Peña, Zazie Beetz, Asim Chaudhry, Tom Taylor, dan Juno Temple. Kombinasi ini menghadirkan dinamika unik antara humor gelap, aksi brutal, dan satire sosial.

Sci-Fi, Komedi Gelap, dan Kritik Sosial

Berbeda dari film fiksi ilmiah konvensional, Good Luck, Have Fun, Don’t Die memadukan aksi eksplosif dengan komedi absurd yang berani. Film ini meraih rating “Certified Fresh” 84 persen di Rotten Tomatoes, menandakan sambutan positif dari para kritikus.

Verbinski menekankan bahwa AI dalam filmnya tidak digambarkan sebagai entitas penghancur klasik, melainkan sesuatu yang lebih manipulatif—ia ingin disukai, ingin membuat manusia terus terlibat. Kritik ini terasa relevan dengan fenomena doomscrolling dan kecanduan media sosial yang kini semakin masif.

Judul film sendiri terinspirasi dari dunia gim, mencerminkan mentalitas zaman modern: menghadapi “tsunami teknologi” dengan keberanian sekaligus kecemasan.

Menariknya, proyek ini sempat ditolak banyak studio sebelum akhirnya diproduksi dan menjalani syuting di Afrika Selatan. Sam Rockwell menyebut film ini sebagai kisah underdog yang akhirnya berhasil menemukan jalannya ke layar lebar.

Dengan konsep high-concept, karakter eksentrik, dan relevansi isu AI yang kian nyata, Good Luck, Have Fun, Don’t Die menjadi bukti bahwa Gore Verbinski belum kehilangan sentuhan khasnya. Film ini bukan hanya comeback biasa, melainkan pernyataan kuat bahwa ia masih mampu menghadirkan tontonan berani, segar, dan menggugah diskusi tentang masa depan teknologi dan kemanusiaan.