Review Film Jangan Seperti Bapak (2026): Drama Keluarga Penuh Emosi dengan Balutan Aksi Gangster
Tim Teaterdotco - 3 jam yang lalu
Industri film Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga yang dibungkus ketegangan laga lewat Jangan Seperti Bapak, film terbaru produksi Amazing Grace Production yang tayang mulai 12 Februari 2026. Disutradarai oleh Daniel Tito Pakpahan, film ini menawarkan perpaduan kisah hubungan ayah dan anak dengan konflik dunia kriminal yang keras dan penuh intrik.
Mengusung genre drama action, film ini bukan sekadar menampilkan adegan perkelahian, tetapi juga menyelami luka batin, dendam, serta cinta orang tua yang sering kali sulit dipahami.
Sinopsis: Dendam di Tengah Cinta Seorang Ayah
Cerita berpusat pada Angel (Zee Asadel), putri tunggal seorang gangster berpengaruh bernama Pablo (Verdi Solaiman). Sebagai ayah, Pablo dikenal sangat protektif. Sikapnya yang keras dan penuh kontrol membuat Angel merasa terkekang sepanjang hidupnya.
Namun, di hari ulang tahunnya yang ke-20, hidup Angel berubah drastis ketika sang ayah tewas dibunuh oleh sosok misterius. Kehilangan tersebut memicu amarah dan keinginan balas dendam. Angel pun terjun ke dunia yang selama ini coba dijauhkan oleh ayahnya.
Ia dibantu kelompok Red Dragon yang beranggotakan Vincent (Zack Lee), Sisca (Aulia Sarah), Chandra (Irwan Chandra), dan Hans (Hendric Shinigami). Target mereka adalah kelompok rival South Wild yang dipimpin Bara (Donny Damara).
Konflik antarorganisasi inilah yang menghadirkan ketegangan sekaligus membuka rahasia demi rahasia hingga menuju plot twist yang sulit ditebak.
Performa Pemain: Debut Laga yang Mencuri Perhatian
Salah satu daya tarik utama film ini adalah keberanian Zee Asadel menjajal genre action untuk pertama kalinya. Dikenal sebagai idol dengan latar belakang dance, ia menunjukkan totalitas dalam adegan fighting. Gerakannya cukup luwes dan meyakinkan untuk ukuran debut laga.
Menariknya, Zack Lee justru tampil tanpa adegan action dominan. Ia memilih mengeksplorasi sisi emosional karakternya. Keputusan tersebut menghadirkan warna baru dalam perjalanan kariernya yang selama ini identik dengan peran keras dan penuh fisik.
Dari sisi akting, nama-nama seperti Verdi Solaiman dan Donny Damara tampil solid dan konsisten. Namun, beberapa dialog dari karakter pendukung terasa kaku dan kurang natural, terutama dalam adegan interaksi emosional. Hal ini sedikit mengurangi kedalaman drama di beberapa momen penting.
Film ini juga menghadirkan kemunculan Mongol Stres dan Millen Cyrus. Sayangnya, peran mereka terasa sangat singkat dan kurang memberi dampak signifikan terhadap alur cerita. Padahal, dengan porsi yang lebih kuat, kehadiran mereka bisa menjadi elemen penyegar dalam narasi yang cukup serius.
Pesan Moral yang Mengena
Di balik konflik gangster dan aksi balas dendam, film ini menyampaikan pesan kuat tentang cinta seorang ayah. Sosok Pablo digambarkan keras dan penuh aturan, tetapi semua itu berakar pada keinginan melindungi anaknya. Ironisnya, cinta tersebut justru terasa seperti penjara bagi Angel.
Jangan Seperti Bapak menegaskan bahwa luka dalam keluarga sering kali lahir dari komunikasi yang tak pernah tuntas. Cinta yang tak tersampaikan dengan baik bisa berubah menjadi jarak dan kesalahpahaman.
Secara keseluruhan, Jangan Seperti Bapak adalah film drama action yang menawarkan kombinasi emosi dan ketegangan dalam satu paket. Meski masih memiliki beberapa kekurangan dari sisi dialog dan pemanfaatan karakter pendukung, film ini tetap layak ditonton, terutama bagi penonton yang menyukai kisah keluarga dengan sentuhan aksi.
Bagi penggemar Zee Asadel, film ini menjadi pembuktian langkah berani sang idola di genre baru. Sementara bagi pencinta drama penuh konflik batin, kisah Angel dan ayahnya akan meninggalkan kesan yang cukup dalam setelah lampu bioskop menyala kembali.