Sutradara Ungkap Alasan Alien di Film Hope Dibuat Tak Biasa

-
Sutradara Ungkap Alasan Alien di Film Hope Dibuat Tak Biasa

Sutradara Na Hong-jin buka suara soal desain alien dalam Hope yang sempat menuai kritik setelah film tersebut diputar di Festival Film Cannes. Ia menegaskan, wujud makhluk asing itu memang dirancang tidak menyerupai alien pada umumnya.

CGI Hope Sempat Dikritik di Cannes

Saat Hope melakukan pemutaran perdana di Cannes, kualitas efek visual film tersebut menjadi salah satu sorotan. Beberapa kritikus menilai CGI dan desain alien yang ditampilkan masih terlihat belum matang.

Na Hong-jin tidak menampik adanya kekurangan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa versi Hope yang diputar di Cannes belum merupakan hasil akhir. Menurutnya, film tersebut masih berada di tahap penyelesaian dan efek visual terus diperbaiki setelah pemutaran perdana.

Karena itu, versi Cannes lebih tepat dianggap sebagai bagian dari proses menuju versi final yang kemudian dirilis secara luas.

Alien Sengaja Dibuat Tidak Terlalu Alien

Soal desain makhluk asingnya, Na Hong-jin justru mengatakan bahwa tampilan tersebut merupakan keputusan artistik sejak awal. Ia tidak ingin penonton langsung mengetahui bahwa sosok yang mereka lihat adalah alien.

Pendekatan tersebut dibuat untuk mempertahankan misteri sepanjang cerita. Hope sejak awal menempatkan karakter dan penonton dalam situasi penuh pertanyaan, termasuk soal penyebab kehancuran yang terjadi dan sosok di baliknya.

Ketika cerita berkembang, misteri mengenai para alien perlahan terbuka. Karena itu, desain makhluk yang muncul di awal dibuat berbeda dengan alien yang hadir kemudian. Bentuk mereka juga disesuaikan dengan fungsi masing-masing dalam cerita serta kebutuhan adegan aksi.

Na Hong-jin sebelumnya dikenal lewat The Wailing, film yang banyak memainkan unsur misteri dan horor supranatural. Namun melalui Hope, ia mencoba menghadirkan ancaman dalam skala yang lebih besar dengan pendekatan fiksi ilmiah.

Produksi Aksi Jadi Tantangan Besar

Selain desain alien, produksi Hope juga menghadapi tantangan teknis yang tidak sedikit. Na Hong-jin mengatakan sebagian besar adegan aksi terlebih dahulu dibuat melalui storyboard sebelum diterjemahkan ke layar.

Ia ingin mempertahankan tempo aksi yang cepat tanpa terlalu bergantung pada CGI. Tantangannya adalah merekam objek yang bergerak dengan kecepatan tinggi sekaligus membuat setiap adegan tetap terlihat berbeda dan tidak repetitif.

Penggunaan CGI juga semakin rumit karena sejumlah adegan berlangsung di ruang terbuka pada siang hari. Perubahan cahaya matahari dan kondisi awan membuat proses menyatukan efek digital dengan gambar nyata menjadi lebih sulit.

Jadi Film Korea Termahal

Skala produksi yang besar akhirnya membuat biaya Hope dilaporkan mencapai hampir 100 miliar won atau sekitar US$74,3 juta. Angka tersebut menjadikannya salah satu film Korea Selatan dengan biaya produksi terbesar.

Film ini mengikuti perjuangan warga sebuah kota pesisir terpencil yang tiba-tiba menghadapi serangan makhluk asing. Latar tersebut dipilih untuk memperkuat gambaran sebuah komunitas yang tertutup dan terisolasi.

Hope dibintangi Hwang Jung-min, Zo In-sung, Jung Ho-yeon, serta aktor Hollywood Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 9 September.