The Assassin(s), Film Baru Lee Min Ho yang Angkat Misteri Penembakan 1974

-
The Assassin(s), Film Baru Lee Min Ho yang Angkat Misteri Penembakan 1974

Aktor Korea Selatan Lee Min Ho akan hadir di Festival Film Internasional Toronto atau TIFF 2026 untuk membahas film terbarunya, The Assassin(s). Film ini mengangkat kisah nyata tentang penembakan Presiden Korea Selatan Park Chung-hee pada 1974.

Lee Min Ho dijadwalkan mengikuti sesi khusus bertajuk In Conversation With... Lee Min-ho pada Kamis, 17 September 2026 di Toronto, Kanada.

Lewat sesi tersebut, Lee Min Ho akan berbagi cerita mengenai proses kreatifnya saat memerankan Young-il, seorang reporter muda yang terlibat dalam penyelidikan sebuah kasus politik penuh teka-teki.

Tayang Perdana di TIFF 2026

Kehadiran Lee Min Ho menjadi bagian dari rangkaian promosi The Assassin(s) di TIFF 2026. Film garapan sutradara Hur Jin-ho itu akan melakukan pemutaran perdana dunia melalui program Gala Presentations.

The Assassin(s) berdurasi 131 menit dan mempertemukan Lee Min Ho dengan Yoo Hae-jin serta Park Hae-il. Film ini memadukan unsur thriller politik dan kriminal dengan latar sejarah Korea Selatan.

Cerita berpusat pada peristiwa 15 Agustus 1974. Saat itu, Presiden Park Chung-hee sedang berpidato dalam upacara Hari Pembebasan ke-29 ketika terjadi penembakan.

Park Chung-hee selamat dalam insiden tersebut. Namun, Ibu Negara Yuk Young-soo dan seorang gadis muda tewas akibat kejadian itu.

Seorang pria Korea-Jepang bernama Mun Se-gwang kemudian ditangkap dan disebut sebagai pelaku tunggal. Tetapi kasus tersebut ternyata menyisakan sejumlah pertanyaan.

Salah satu kejanggalan muncul dari jumlah tembakan. Terdengar enam kali tembakan dalam insiden tersebut, sedangkan pistol yang digunakan Mun Se-gwang hanya memiliki lima peluru.

Dari titik itulah cerita The Assassin(s) berkembang. Seorang inspektur senior, jurnalis veteran, dan reporter muda mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Lee Min Ho Jadi Reporter Muda

Lee Min Ho memerankan Young-il, reporter pemula yang bekerja bersama jurnalis veteran Jae Hwan, karakter yang dimainkan Park Hae-il.

Sutradara Hur Jin-ho mengatakan dirinya tertarik memilih Lee Min Ho setelah melihat aktingnya dalam Pachinko. Ia ingin melihat bagaimana sang aktor tampil ketika memainkan karakter yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Menariknya, porsi Young-il dalam cerita awalnya tidak terlalu besar. Karakter tersebut kemudian dikembangkan setelah Lee Min Ho menunjukkan ketertarikannya terhadap peran tersebut.

Lee Min Ho pun tidak hanya mengandalkan dialog untuk membangun karakter Young-il. Ia bereksperimen dengan gerakan tubuh selama latihan agar sosok reporter muda itu terasa lebih aktif dan memiliki energi.

Ia juga memberikan sentuhan humor dalam beberapa adegan, salah satunya melalui penggunaan teh ssanghwa. Elemen tersebut membuat Young-il memiliki sisi yang lebih ringan di tengah cerita yang sarat tekanan politik.

Pada akhirnya, The Assassin(s) bukan hanya bercerita tentang sebuah penembakan pada masa lalu. Film ini juga menyoroti perjuangan para jurnalis dalam mencari kebenaran ketika berhadapan dengan kekuasaan, tekanan politik, dan ancaman terhadap keselamatan mereka.

Bagi Lee Min Ho, film ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan sisi akting yang berbeda. Sementara bagi penonton TIFF 2026, The Assassin(s) akan menjadi salah satu film Korea yang membawa kisah sejarah dan misteri politik ke layar lebar.