Toy Story 5 Pecahkan Rekor, Raup Rp4,9 Triliun Hanya dalam Tiga Hari

-
Toy Story 5 Pecahkan Rekor, Raup Rp4,9 Triliun Hanya dalam Tiga Hari

Siapa bilang anak-anak zaman sekarang lebih suka gadget daripada mainan? Buktinya, Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie tetap berhasil memikat penonton di seluruh dunia. Toy Story 5 baru saja mencatatkan pembukaan akhir pekan yang luar biasa, dengan total pendapatan global mencapai 312 juta dolar AS atau sekitar Rp4,9 triliun.

Capaian ini menjadikan sekuel kelima waralaba Pixar tersebut sebagai pembukaan terbesar kedua dalam sejarah studio animasi itu, hanya kalah dari Inside Out 2 yang mencetak 384 juta dolar AS pada 2024.

Mengalahkan Rekornya Sendiri

Di pasar Amerika Utara, film ini tayang di 4.425 bioskop dan langsung meraup 160 juta dolar AS. Angka tersebut sekaligus menjadi pembukaan terbesar yang pernah dicatat waralaba Toy Story, menggeser rekor lama milik Toy Story 4 yang sebesar 120 juta dolar AS pada 2019.

Tak cuma itu, film ini juga berhasil menyalip Super Mario Galaxy Movie, yang sebelumnya memegang gelar pembukaan domestik terbesar tahun ini dengan 131,7 juta dolar AS. Kini, Toy Story 5 resmi menjadi pembukaan animasi terbesar kedua sepanjang sejarah, setelah Incredibles 2 yang mencatat 182,7 juta dolar AS pada 2018.

Sutradara veteran Pixar, Andrew Stanton, kembali menghidupkan kisah Woody (Tom Hanks), Buzz Lightyear (Tim Allen), dan Jessie (Joan Cusack) yang kali ini menghadapi tantangan baru: pemilik mereka, Bonnie, mulai kecanduan tablet anak bernama Lilypad. Sebagai bonus manis bagi penggemar, Taylor Swift turut menyumbang lagu baru, "I Knew It, I Knew You", untuk soundtrack film.

Mexico hingga China Ikut Pecahkan Rekor

Pasar internasional juga tak kalah meriah. Film ini mengumpulkan 152 juta dolar AS di luar Amerika Serikat, menjadi pembukaan internasional terbesar kedua Pixar setelah Inside Out 2. Amerika Latin jadi kawasan paling bersinar dengan pendapatan 55,2 juta dolar AS dan pangsa pasar 79 persen. Mexico bahkan menjadi pasar tunggal terbesar di luar AS dengan 26,6 juta dolar AS, meski sempat ada kekhawatiran Piala Dunia akan menyedot perhatian penonton.

Di Eropa, Inggris memimpin dengan 20 juta dolar AS, sementara di Asia Pasifik, China menyumbang 18 juta dolar AS, jauh melampaui pencapaian Toy Story 4 di negara itu yang hanya 13 juta dolar AS.

Disambut Hangat Kritikus dan Penonton

Soal kualitas, film ini juga tak diragukan. Toy Story 5 mengantongi skor 94 persen di Rotten Tomatoes dan nilai sempurna "A" dari CinemaScore, indikator kepuasan penonton bioskop. Dengan modal produksi 250 juta dolar AS, banyak pengamat memprediksi film ini bakal jadi salah satu box office terlaris tahun ini.

"Genre keluarga memang sedang mendominasi industri sejak bangkit dari pandemi tahun 2023. Disney dan Pixar sangat piawai mengembangkan waralaba mereka dari satu film ke film berikutnya," ujar David A. Gross, pengamat box office yang menerbitkan newsletter FranchiseRe.

Pesaing Lain Mulai Kehabisan Tenaga

Sementara Toy Story 5 melesat, film-film lain justru mulai kehilangan momentum. Disclosure Day garapan Steven Spielberg hanya menambah 17 juta dolar AS di pekan kedua, anjlok tajam 62 persen dari pekan pembuka. Di sisi lain, film horor Obsession dari Focus Features masih cukup tangguh dengan 14,2 juta dolar AS di pekan keenam, membawa totalnya ke angka 333 juta dolar AS secara global.

Dengan tren positif ini, musim panas tahun ini diproyeksikan menjadi yang terbaik sejak pandemi, dengan total pendapatan box office diperkirakan menembus 4 miliar dolar AS sepanjang Mei hingga Agustus.