Film Ramayana Dipastikan Tayang di Bioskop Indonesia, Jadi Film India Termahal

-
Film Ramayana Dipastikan Tayang di Bioskop Indonesia, Jadi Film India Termahal

Film epik Ramayana karya sutradara Nitesh Tiwari dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia. Film yang mengadaptasi kisah klasik India ini menjadi salah satu proyek sinema paling ambisius karena menggabungkan jajaran bintang besar, teknologi visual mutakhir, serta anggaran produksi fantastis.

Kepastian penayangan di Indonesia disampaikan Sony Pictures Indonesia melalui akun resminya. Sony Pictures diketahui memegang hak distribusi internasional Ramayana untuk wilayah di luar India. Meski begitu, tanggal tayang khusus untuk bioskop Indonesia hingga kini belum diumumkan.

Sementara di India, distribusi film tersebut berada di bawah Dharma Productions milik Karan Johar. Ramayana sendiri diproduksi oleh Namit Malhotra melalui Prime Focus Studios dan dirancang sebagai film dua bagian untuk mengisahkan epos tersebut secara lebih luas.

Dibintangi Ranbir Kapoor dan Yash

Film Ramayana menghadirkan Ranbir Kapoor sebagai Rama dan Sai Pallavi sebagai Sita. Sementara itu, Yash dipercaya memerankan tokoh antagonis utama, Raja Ravana.

Cerita berpusat pada perjalanan Rama bersama Sita. Konflik utama dimulai ketika Sita diculik Ravana, yang kemudian memicu perang besar antara Rama dan pasukan Ravana.

Meski bersumber dari kisah yang memiliki akar kuat dalam tradisi Hindu, produser Namit Malhotra menyebut film ini dirancang untuk menjangkau penonton global. Nilai-nilai seperti keberanian, pengorbanan, hubungan antarmanusia, dan perjuangan melawan kejahatan menjadi bagian penting yang ingin ditonjolkan.

Jadi Film India Termahal

Ambisi tersebut terlihat dari anggaran produksinya. Satu bagian Ramayana diperkirakan menghabiskan sekitar US$200 juta hingga US$250 juta atau sekitar Rp3,1 triliun hingga Rp3,9 triliun.

Angka tersebut menjadikan Ramayana sebagai salah satu film India dengan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah, bahkan melampaui rekor sejumlah film India sebelumnya.

Besarnya anggaran digunakan untuk membangun dunia visual yang spektakuler. Efek visual ditangani DNEG, studio yang telah meraih sejumlah penghargaan Oscar lewat berbagai film Hollywood.

Tak hanya visual, aspek musik juga digarap oleh nama besar. Hans Zimmer berkolaborasi dengan komposer India A.R. Rahman untuk menciptakan musik yang memperkuat nuansa epik film.

Gunakan Teknologi AI untuk Dubbing

Ramayana juga membawa inovasi pada proses dubbing. Tim produksi menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk menyesuaikan gerakan bibir karakter dengan dialog dalam bahasa berbeda.

Teknologi tersebut diharapkan membuat versi internasional, termasuk bahasa Inggris dan bahasa lainnya, terasa lebih natural bagi penonton.

Ramayana bagian pertama dijadwalkan tayang secara global pada November 2026, bertepatan dengan perayaan Diwali. Sementara bagian kedua direncanakan hadir pada November 2027.

Dengan skala produksi, pemeran, serta teknologi yang digunakan, Ramayana kini menjadi salah satu film yang paling dinantikan dan berpotensi menguji kekuatan sinema India di box office global.