Jackie Chan Bawa Film Unexpected Family ke Berlinale 2026

Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Jackie Chan Bawa Film Unexpected Family ke Berlinale 2026

Berlinale 2026 dan ajang European Film Market (EFM) menjadi panggung besar bagi perfilman Tiongkok dan kawasan Greater China. Sejumlah film masuk seleksi resmi festival, sementara proyek-proyek baru diperkenalkan kepada pembeli internasional. Kehadiran nama besar seperti Jackie Chan hingga sineas Anthony Chen menandai kuatnya ekspansi sinema Asia di pasar global.

Salah satu sorotan utama datang dari film terbaru Jackie Chan berjudul Unexpected Family. Film bergenre komedi-drama ini dipasarkan oleh Golden Network Asia yang berbasis di Hong Kong dan menjadi bagian penting dalam promosi film Tiongkok di EFM tahun ini.

Unexpected Family Tayang Luas di Berbagai Negara

Disutradarai Li Taiyan, Unexpected Family menghadirkan kisah hangat sekaligus emosional tentang keluarga tak terduga. Jackie Chan berperan sebagai Dad Ren, seorang pemilik rumah lanjut usia yang mengalami gangguan ingatan. Ia keliru mengira penyewa muda bernama Zhong Bufan (diperankan Peng Yuchang) sebagai anaknya yang telah lama hilang.

Cerita berkembang ketika Bufan, yang sedang terpuruk secara finansial, justru terjebak dalam dinamika keluarga semu bersama Dad Ren dan para penghuni rumah lainnya. Ada Su Xiaoyue (Zhang Jianing), penyewa yang mengejar mimpi; Jia Ye, agen properti paruh baya; serta Jin Zhengu, tetangga hangat yang memperlakukan semua orang seperti keluarga sendiri.

Film ini telah tayang di sejumlah wilayah, termasuk Tiongkok, Hong Kong, Makau, Singapura, Malaysia, Indonesia, Australia hingga Selandia Baru. Rilis Amerika Utara dijadwalkan menyusul pada Februari mendatang. Kehadiran film ini di EFM memperluas peluang distribusi globalnya.

Film Kompetisi dan Panorama: Sorotan untuk Anthony Chen

Selain film Jackie Chan, sejumlah karya dari Tiongkok dan Asia Timur masuk seleksi resmi Berlinale. Salah satu yang mencuri perhatian adalah film terbaru sineas Singapura Anthony Chen, berjudul We Are All Strangers, yang masuk kompetisi utama Berlin.

Film tersebut diwakili untuk penjualan wilayah Tiongkok daratan oleh Rediance Films. Masuknya karya Anthony Chen ke kompetisi utama memperkuat posisi sineas Asia di kancah festival internasional bergengsi.

Di kategori Panorama, debut panjang Agnis Shen Zhongmin berjudul Shanghai Daughter juga menjadi sorotan. Film ini memadukan pendekatan dokumenter dan fiksi, mengikuti perjalanan seorang perempuan Shanghai yang menelusuri jejak masa lalu ayahnya di sebuah perkebunan karet di Tiongkok barat daya, terkait periode Revolusi Kebudayaan.

Deretan Film Dokumenter dan Pendatang Baru

Sementara itu, sutradara Jepang Nao Yoshigai menghadirkan dokumenter Masayume di Forum, mengisahkan perjalanan spiritualnya dalam latihan Zen. Hak distribusi Amerika Utara untuk film ini telah diakuisisi oleh Kani Releasing.

Dua film pendek Tiongkok turut meramaikan festival. Kleptomania karya Qu Jingkai masuk Shorts Competition, mengangkat kisah remaja yang terjebak dalam lingkaran kekerasan di malam musim dingin Harbin. Sedangkan Scorching karya Wang Beidi tampil di Generation 14plus, menyoroti Li Yan yang menolak bekerja di pabrik unggas dan terobsesi menetaskan telur curian.

Tak hanya itu, sejumlah proyek baru diperkenalkan di EFM untuk target world premiere pada festival besar 2026. Salah satunya Crossing a Dawn, film romansa komersial arahan Zhao Badou yang dibintangi Ma Sichun dan Edward Chen.

Debut sutradara Taiwan Wang Yi-Ling lewat Running Wild juga mencuri perhatian. Film bertema remaja LGBTQ+ ini menggabungkan unsur pelarian kriminal dan pencarian jati diri. Sementara Zhu Xin kembali dengan proyek dokumenter Coo Coo, Quark Quark, melanjutkan eksplorasinya tentang memori dan puisi dalam format dokumenter.

Dominasi Asia di Pasar Film Eropa

Kehadiran beragam film dari Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, hingga Singapura menunjukkan bahwa Berlinale 2026 menjadi momentum penting bagi ekspansi sinema Asia. Kombinasi bintang besar seperti Jackie Chan, sineas mapan seperti Anthony Chen, serta talenta baru yang berani bereksperimen membuktikan bahwa industri film Asia kini semakin kompetitif di panggung global.

Dengan respons positif pasar dan seleksi resmi festival, film-film ini berpotensi memperluas jangkauan distribusi internasional sekaligus memperkuat posisi Asia dalam peta perfilman dunia.