Sinopsis dan Jadwal Tayang Pelangi di Mars, Aksi Seru Pelangi dan Robot Unik di Planet Merah
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Industri film anak Indonesia bersiap menyambut kehadiran film petualangan fiksi ilmiah terbaru, Pelangi di Mars, yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026, tepatnya mulai 18 Maret 2026. Film produksi Mahakarya Pictures ini digadang-gadang menjadi langkah besar kebangkitan intellectual property (IP) lokal yang mampu bersaing di level internasional.
Disutradarai oleh Upie Guava, film ini memadukan animasi dan live action dengan dukungan teknologi Extended Reality (XR). Tak sekadar menghadirkan visual spektakuler, Pelangi di Mars juga membawa pesan kuat tentang lingkungan dan masa depan Bumi.
Tayang di Prime Time Lebaran
Lebaran dikenal sebagai musim emas perfilman nasional. Karena itu, keputusan menempatkan Pelangi di Mars di periode ini menjadi langkah strategis sekaligus membanggakan bagi tim produksi.
Upie Guava mengaku tak menyangka filmnya bisa menempati slot tayang yang kerap diisi film-film besar. Baginya, ini bukan hanya soal jadwal, tetapi tentang kepercayaan terhadap kualitas karya anak bangsa.
Film ini sepenuhnya dikerjakan oleh talenta Indonesia, mulai dari animasi hingga pengembangan konsep cerita. Upie ingin membuktikan bahwa sineas lokal mampu menghasilkan karya dengan standar tinggi tanpa harus selalu berkiblat ke industri luar negeri.
Sinopsis: Misi Penyelamatan Bumi dari Planet Merah
Berlatar tahun 2090, film ini mengisahkan Pelangi (diperankan Messi Gusti), anak pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Ia melanjutkan misi sang ibu, Pratiwi (Lutesha), untuk menemukan mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini mampu mengatasi krisis air bersih di Bumi.
Dalam petualangannya, Pelangi ditemani robot-robot unik dengan latar koloni berbeda. Mereka adalah Kimchi, Sulil, Petya, Yoman, dan Batik. Kelimanya memiliki karakter kontras yang memperkaya dinamika cerita.
Konflik muncul ketika korporasi raksasa bernama Nerotek berusaha menguasai sumber daya air dan merebut penemuan tersebut. Dari sinilah ketegangan dan aksi petualangan dimulai.
Deretan Pengisi Suara dan Pemain Papan Atas
Film ini menghadirkan kombinasi aktor muda dan nama-nama populer. Selain Messi Gusti, turut membintangi antara lain Rio Dewanto, Livy Renata, hingga Myesha Lin.
Untuk karakter robot, tim produksi menggandeng pengisi suara ternama seperti Vanya Rivani, Dimitri Arditya, Gilang Dirga, Kristo Immanuel, dan Bimo Kusumo. Setiap robot dirancang dengan latar budaya berbeda, mencerminkan koloni global yang ada di Mars.
Keberagaman ini memberi warna tersendiri, sekaligus menegaskan semangat kolaborasi lintas budaya dalam cerita.
Teknologi XR dan Produksi Lima Tahun
Dikembangkan selama lima tahun, film ini memanfaatkan teknologi XR yang diproduksi di Studio DossGuavaXR. Perpaduan animasi 3D dan produksi virtual membuat dunia Mars tampil lebih imersif.
Namun di balik kecanggihan teknologi, fokus utama tetap pada sudut pandang anak. Pelangi digambarkan sebagai sosok aktif, berani mengambil keputusan, dan menjadi penggerak cerita. Pesan yang ingin disampaikan jelas: anak-anak adalah pahlawan masa depan.
Siap Bangun Semesta dan Spin-off
Produser Dendi Reynando menegaskan bahwa Pelangi di Mars bukan sekadar film musiman. Blueprint semesta ceritanya telah disiapkan sejak awal, membuka peluang sekuel, prekuel, hingga spin-off.
Ambisinya cukup besar: menghadirkan IP lokal yang mampu bersaing dengan semesta sinematik global seperti Marvel Studios dan DC Studios.
Tak hanya di layar lebar, karakter Pelangi di Mars juga diproyeksikan hadir dalam bentuk komik, pakaian, tas, hingga action figure. Harapannya, anak-anak Indonesia tak hanya menonton filmnya, tetapi juga tumbuh bersama karakter ciptaan negeri sendiri.
Dengan kombinasi teknologi modern, pesan lingkungan yang relevan, serta visi jangka panjang membangun IP nasional, Pelangi di Mars berpotensi menjadi tonggak penting dalam perkembangan film anak Indonesia. Lebaran 2026 pun dipastikan akan terasa lebih berwarna dengan petualangan dari Planet Merah ini.