Review The Intern (2026): Kisah Hangat tentang Persahabatan Beda Generasi

-
Review The Intern (2026): Kisah Hangat tentang Persahabatan Beda Generasi

The Intern (2026) menghadirkan cerita tentang hubungan antargenerasi di lingkungan kerja lewat sebuah remake film Hollywood berjudul sama yang dirilis pada 2015. Dibintangi Choi Min-sik dan Han So-hee, film garapan Kim Do-young ini menawarkan drama ringan tentang persahabatan, pengalaman hidup, dan kesempatan untuk memulai kembali.

Sinopsis The Intern (2026)

Cerita berpusat pada Lee Sun-woo (Han So-hee), CEO muda yang berhasil membangun perusahaan fashion bernama WOO22. Dalam waktu tiga tahun, bisnis rintisannya berkembang pesat dan mulai diperhitungkan di industri mode.

Di balik kesuksesan tersebut, Sun-woo harus menghadapi tekanan yang tidak sedikit. Tanggung jawab sebagai pemimpin perusahaan membuat waktunya semakin tersita untuk pekerjaan. Kondisi itu bahkan mulai memengaruhi kehidupan pribadinya, termasuk hubungannya dengan sang suami.

Situasi Sun-woo semakin menarik ketika Kim Ki-ho (Choi Min-sik) bergabung dengan WOO22 sebagai karyawan magang senior. Dengan pengalaman kerja lebih dari 35 tahun, Ki-ho sebenarnya bukan orang baru dalam dunia profesional. Namun, bekerja di perusahaan yang mayoritas karyawannya berasal dari generasi muda menjadi tantangan tersendiri baginya.

Perbedaan usia, kebiasaan, hingga cara berkomunikasi sempat membuat hubungan keduanya terasa canggung. Namun, perlahan Ki-ho mulai menunjukkan bahwa pengalaman dan kebijaksanaan masih punya tempat di lingkungan kerja modern.

Chemistry Choi Min-sik dan Han So-hee Jadi Daya Tarik

Kekuatan utama The Intern terletak pada interaksi Choi Min-sik dan Han So-hee. Keduanya berhasil membangun hubungan yang terasa alami tanpa harus bergantung pada dialog emosional berlebihan.

Choi Min-sik tampil dengan pembawaan hangat sebagai Ki-ho. Berbeda dari sosok karyawan senior yang kaku, ia menghadirkan karakter yang mudah bergaul, penuh perhatian, sekaligus sesekali mengundang tawa. Sementara itu, Han So-hee cukup meyakinkan sebagai CEO muda yang ambisius, tetapi sebenarnya menyimpan banyak tekanan di balik kesuksesannya.

Menariknya, hubungan Ki-ho dan Sun-woo tidak berhenti pada relasi antara atasan dan bawahan. Kedekatan keduanya justru berkembang seperti hubungan ayah dan anak. Ki-ho memberikan sudut pandang yang selama ini tidak terpikirkan oleh Sun-woo, sementara dirinya juga belajar memahami dunia kerja yang terus berubah.

Cerita Familier dengan Sentuhan Budaya Korea

Bagi penonton yang sudah menyaksikan The Intern (2015) versi Robert De Niro dan Anne Hathaway, jalan cerita remake ini mungkin terasa cukup mudah ditebak. Sebagian besar fondasi ceritanya memang masih dipertahankan.

Meski begitu, Kim Do-young mencoba memberikan identitas tersendiri melalui penyesuaian budaya kerja Korea Selatan. Persoalan senioritas, persaingan di lingkungan profesional, hingga perbedaan kebiasaan antargenerasi menjadi beberapa hal yang cukup menonjol.

Film ini juga memasukkan unsur teknologi masa kini, termasuk penggunaan kecerdasan buatan dalam pekerjaan. Beberapa momen ketika Ki-ho berusaha mengikuti kebiasaan anak muda berhasil menghadirkan humor ringan di tengah cerita yang cenderung santai.

Sayangnya, karakter pendukung belum mendapatkan ruang eksplorasi yang cukup. Padahal, kehadiran mereka berpotensi membuat dinamika kehidupan kantor WOO22 terasa lebih hidup. Sinematografinya pun terbilang sederhana tanpa menawarkan sesuatu yang benar-benar menonjol.

Kesimpulan

The Intern (2026) memang tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru, terutama bagi penonton yang sudah mengenal film aslinya. Namun, penampilan Choi Min-sik dan Han So-hee membuat kisahnya tetap menarik untuk diikuti.

Dengan durasi lebih dari dua jam dan alur yang berjalan cukup santai, film ini mungkin kurang cocok bagi penonton yang mengharapkan konflik besar. Sebaliknya, The Intern bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta drama kehidupan yang menyukai cerita ringan dengan sentuhan komedi dan pesan humanis.

Lebih dari sekadar kisah seorang pensiunan yang kembali bekerja, film ini mengingatkan bahwa pengalaman tidak pernah benar-benar usang. Di tengah dunia kerja yang semakin modern, kemampuan untuk saling memahami dan menghargai justru menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. The Intern tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026.