Reza Rahadian Garap Film Casparina, Angkat Kisah Nyata Sang Nenek
Arga Pratama -
Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian resmi mengumumkan proyek film panjang terbarunya berjudul Casparina. Film ini menjadi karya penyutradaraan kedua Reza setelah sukses menjalani debut sebagai sutradara melalui Pangku pada 2024. Berbeda dari karya sebelumnya, Casparina menghadirkan cerita yang sangat personal karena terinspirasi dari kisah nyata sang nenek, Francisca Casparina Fanggidae, yang pernah hidup sebagai eksil politik Indonesia selama puluhan tahun.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh rumah produksi Gambar Gerak melalui akun Instagram resmi @filmcasparina. Dalam proyek ini, Reza tidak hanya bertindak sebagai sutradara, tetapi juga ikut menulis skenario bersama sineas peraih banyak penghargaan, Kamila Andini. Sementara kursi produser ditempati Arya Ibrahim dan Gita Fara.
Film ini menjadi proyek film panjang kedua yang diproduksi Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim sejak 2020.
Memulai Perjalanan di Busan International Film Festival
Sebelum memasuki tahap produksi lebih lanjut, Casparina dijadwalkan mengikuti Asian Project Market (APM) 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Busan International Film Festival di Korea Selatan.
Ajang tersebut akan berlangsung pada 10 hingga 13 Oktober 2026 dan menjadi langkah awal bagi Casparina untuk diperkenalkan kepada komunitas perfilman internasional. Asian Project Market dikenal sebagai salah satu forum bergengsi yang mempertemukan sineas Asia dengan investor, produser, hingga distributor dari berbagai negara.
Melalui pengumuman resminya, tim produksi berharap partisipasi di APM dapat menjadi awal perjalanan yang baik bagi film tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama internasional.
Mengangkat Kisah Nyata Francisca Casparina Fanggidae
Sesuai judulnya, film ini mengambil nama Francisca Casparina Fanggidae, nenek Reza Rahadian yang memiliki perjalanan hidup penuh lika-liku.
Casparina merupakan seorang wartawan senior sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia. Namun, hidupnya berubah drastis setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Saat itu ia sedang menghadiri Kongres International Organization of Journalists (IOJ) di Chile.
Situasi politik di Indonesia membuat Casparina dicap sebagai loyalis Presiden Sukarno dan dianggap memiliki kedekatan dengan kelompok kiri. Akibatnya, ia kehilangan kesempatan untuk kembali ke Tanah Air dan harus menjalani kehidupan sebagai eksil politik selama puluhan tahun.
Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mengubah seluruh hidupnya.
Hidup Berpindah Negara Selama Puluhan Tahun
Setelah tidak dapat kembali ke Indonesia, Casparina menjalani kehidupan di berbagai negara. Ia sempat tinggal di Tiongkok sebelum akhirnya menetap cukup lama di Belanda.
Meski hidup jauh dari kampung halaman, Casparina tetap aktif memperjuangkan berbagai isu kemanusiaan. Di Belanda, ia bergabung dengan organisasi Komeitee Indonesie yang fokus menyuarakan pelanggaran hak asasi manusia pasca-tragedi 1965.
Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan komisi perempuan dan terus menyuarakan hak-hak masyarakat Indonesia yang menjadi korban situasi politik saat itu.
Setelah menjalani pengasingan selama puluhan tahun, Casparina akhirnya dapat kembali ke Indonesia pada 2003. Kepulangannya menjadi akhir dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan sekaligus menjadi bagian penting dari sejarah keluarganya.
Kolaborasi Reza Rahadian dan Kamila Andini
Salah satu daya tarik utama Casparina adalah kolaborasi antara Reza Rahadian dan Kamila Andini dalam penulisan naskah. Kamila dikenal sebagai salah satu sutradara dan penulis skenario terbaik Indonesia dengan sejumlah karya yang mendapat pengakuan di festival film internasional.
Kolaborasi keduanya diperkirakan akan menghadirkan pendekatan cerita yang emosional sekaligus mendalam, mengingat film ini tidak hanya mengangkat sejarah Indonesia, tetapi juga kisah keluarga yang sangat dekat dengan kehidupan Reza sendiri.
Sebagai sutradara, Reza juga memiliki tantangan besar untuk menerjemahkan perjalanan hidup sang nenek ke dalam sebuah film yang mampu diterima penonton Indonesia maupun pasar internasional.
Daftar Pemain Masih Dirahasiakan
Meski proyek film telah diumumkan secara resmi, Gambar Gerak masih belum mengungkap siapa saja aktor dan aktris yang akan membintangi Casparina. Hingga kini, informasi mengenai proses produksi maupun jadwal syuting juga belum diumumkan kepada publik.
Namun, dengan latar cerita yang kuat, keterlibatan Kamila Andini sebagai penulis skenario, serta langkah awal menuju Asian Project Market 2026, Casparina mulai mencuri perhatian para pecinta film Indonesia.
Film ini diprediksi menjadi salah satu proyek paling personal dalam perjalanan karier Reza Rahadian. Selain menghadirkan kisah sejarah yang jarang diangkat ke layar lebar, Casparina juga menjadi bentuk penghormatan Reza kepada sang nenek yang telah melalui perjalanan hidup luar biasa sebagai eksil politik Indonesia. Dengan perpaduan drama keluarga dan sejarah, film ini berpotensi menjadi salah satu karya Indonesia yang menarik perhatian penonton di dalam maupun luar negeri.