Film Supergirl Sukses Tembus Pendapatan Rp300 Miliar di Hari Perdana Penayangan

-
Film Supergirl Sukses Tembus Pendapatan Rp300 Miliar di Hari Perdana Penayangan

Film superhero terbaru DC Studios, Supergirl, langsung mencuri perhatian di pekan perdana penayangannya. Dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El, film ini berhasil membuka debut dengan pendapatan sebesar US$18 juta pada hari pertama tayang di box office Amerika Utara.

Meski masih berada di bawah Toy Story 5 yang memimpin tangga box office, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi Warner Bros. dan DC dalam membangun kembali semesta film superhero mereka.

Debut Menjanjikan untuk DC Studios

Supergirl tayang di 3.602 bioskop Amerika Utara dan diperkirakan mampu meraih sekitar US$50 juta hingga akhir pekan. Angka ini memang belum menyamai kesuksesan besar Superman garapan James Gunn tahun lalu yang debut dengan US$125 juta, namun tetap dianggap sebagai pembukaan yang cukup solid untuk karakter baru di layar lebar.

Film ini juga menjadi salah satu proyek penting DC Studios setelah kesuksesan Superman. Kehadiran Supergirl diharapkan bisa memperluas dunia sinematik DC sekaligus memperkenalkan sisi berbeda dari keluarga Krypton.

Dengan biaya produksi mencapai sekitar US$170 juta, film ini masih membutuhkan performa stabil dalam beberapa minggu ke depan agar bisa mencapai titik aman secara komersial. Namun, respons awal penonton dinilai cukup menjanjikan.

Milly Alcock Tampil Sebagai Kara Zor-El

Salah satu daya tarik utama film ini adalah penampilan Milly Alcock sebagai Supergirl. Aktris yang sebelumnya dikenal lewat serial House of the Dragon tersebut tampil sebagai Kara Zor-El versi muda dengan karakter yang lebih emosional, liar, dan penuh konflik dibanding Superman.

Dalam film ini, Kara diceritakan melakukan perjalanan lintas galaksi bersama seorang gadis alien misterius demi mencari keadilan antarplanet. Petualangan tersebut membawa nuansa sci-fi yang lebih gelap sekaligus berbeda dari film superhero DC sebelumnya.

Tak hanya Milly Alcock, film ini juga diperkuat deretan pemain lain seperti Jason Momoa, Eve Ridley, Matthias Schoenaerts, Diarmaid Murtagh, Ferdinand Kingsley, hingga David Corenswet.

Craig Gillespie dipercaya sebagai sutradara setelah sukses lewat film I, Tonya, sementara naskah ditulis oleh Ana Nogueira.

Bersaing Ketat dengan Toy Story 5

Meski debutnya cukup kuat, Supergirl tetap harus menghadapi dominasi Toy Story 5 yang masih menjadi film nomor satu di bioskop Amerika Utara.

Film animasi produksi Disney dan Pixar tersebut menghasilkan US$21 juta pada Jumat dan diprediksi mengumpulkan hingga US$80 juta sepanjang akhir pekan kedua penayangannya. Total pendapatan domestiknya bahkan sudah mendekati US$300 juta.

Situasi ini membuat persaingan box office musim panas 2026 semakin menarik. Di satu sisi, Toy Story 5 masih mendominasi pasar keluarga, sementara Supergirl mencoba menarik penggemar superhero dan penonton muda dewasa.

Jadi Harapan Baru DC?

Banyak pengamat industri melihat Supergirl sebagai salah satu proyek penentu masa depan DC Studios. Setelah beberapa tahun menghadapi performa yang naik turun, DC kini mencoba membangun arah baru lewat karakter-karakter yang lebih segar.

Karakter Kara Zor-El sendiri dianggap memiliki potensi besar karena menawarkan pendekatan berbeda dibanding Superman. Jika Superman identik dengan sosok pahlawan idealis, maka Supergirl tampil lebih emosional dan impulsif.

Respons awal penonton terhadap chemistry karakter, visual luar angkasa, hingga aksi dalam film ini juga cukup positif di media sosial. Hal itu bisa menjadi modal penting agar Supergirl bertahan kuat di bioskop dalam beberapa minggu ke depan.

Jika tren positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin Supergirl akan menjadi salah satu film superhero terbesar tahun 2026 sekaligus membuka jalan baru bagi masa depan DC Studios di layar lebar.