Review Pee Nak 5: Horor Thailand Bikin Tegang Sekaligus Ngakak

-
Review Pee Nak 5: Horor Thailand Bikin Tegang Sekaligus Ngakak

Franchise horor komedi Thailand kembali meramaikan bioskop lewat Pee Nak 5. Film garapan sutradara Mike Phontharis atau Phontharis Chotkijsadarsopon ini resmi tayang di Indonesia mulai 24 Juni 2026 setelah lebih dulu dirilis di Thailand pada Maret lalu. Sejak film pertamanya hadir pada 2019, seri Pee Nak memang dikenal lewat perpaduan horor supranatural, komedi absurd, dan kisah persahabatan yang khas.

Di film kelimanya ini, Pee Nak 5 masih mempertahankan formula lama yang disukai penggemar, tetapi hadir dengan skala cerita yang lebih besar, visual lebih matang, dan konflik emosional yang terasa lebih kuat.

Teror Baru yang Mengancam Persahabatan

Cerita Pee Nak 5 berfokus pada kelompok sahabat yang mencoba hidup tenang setelah berhasil melewati berbagai kejadian menyeramkan di film sebelumnya. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama ketika sosok Pee Nak kembali muncul membawa kutukan baru.

Nott tiba-tiba menghilang dan namanya terseret dalam kasus pembunuhan misterius. Di saat yang sama, teror supranatural mulai menghantui orang-orang terdekat mereka. Sosok hantu Pee Nak kali ini digambarkan lebih kuat dan dipenuhi dendam lama yang berkaitan dengan keluarga serta karma masa lalu.

Tagline “Whoever you love will perish!” menjadi gambaran bahwa ancaman kali ini jauh lebih personal dan berbahaya. Tak hanya soal bertahan hidup, para karakter juga harus menghadapi rahasia masa lalu yang perlahan terungkap.

Menariknya, film ini tetap memasukkan unsur budaya Thailand dan ritual Buddhis yang menjadi identitas franchise. Kisah tentang kutukan kuil, proses penahbisan biksu, hingga legenda naga atau Naga membuat cerita terasa lebih unik dibanding film horor komedi pada umumnya.

Horor dan Komedi yang Sama-sama Kena

Salah satu kekuatan utama Pee Nak 5 adalah kemampuannya memainkan suasana. Film ini bisa membuat penonton tegang lewat jump scare mendadak, lalu beberapa detik kemudian berubah menjadi adegan kocak yang mengundang tawa satu bioskop.

Adegan ketika para karakter mencoba melawan hantu dengan ritual seadanya menjadi salah satu momen paling menghibur. Kekacauan yang terjadi terasa khas komedi Thailand: absurd, heboh, tetapi tetap menghibur. Dialog sarkastik antar karakter juga membuat suasana lebih cair di tengah cerita yang sebenarnya cukup gelap.

Karakter queer seperti Aim dan James kembali mencuri perhatian lewat tingkah mereka yang chaotic. Sementara chemistry antar pemain lama membuat film ini terasa hangat dan penuh nostalgia bagi penggemar franchise-nya.

Meski dominan komedi, film ini tetap punya sisi emosional. Konflik tentang persahabatan, pengorbanan, dan keluarga menjadi elemen yang membuat ceritanya tidak terasa kosong. Ada beberapa momen yang justru cukup menyentuh di balik segala kekonyolan yang ditampilkan.

Visual Lebih Matang dan Atmosfer Mencekam

Dari sisi produksi, Pee Nak 5 terlihat lebih rapi dibanding film-film sebelumnya. Efek CGI untuk penampilan hantu maupun sosok naga legendaris terlihat lebih halus dan meyakinkan. Tata suara juga berhasil membangun atmosfer mencekam, terutama dalam adegan di hutan dan lokasi kuil tua.

Beberapa jump scare memang terasa klasik, tetapi tetap efektif membuat penonton kaget. Film ini juga pintar memainkan transisi antara adegan horor dan komedi sehingga ritmenya terasa dinamis.

Walau begitu, ada beberapa bagian yang terasa sedikit terlalu panjang. Namun, hal tersebut tidak terlalu mengganggu karena film terus menyajikan kekacauan dan humor yang membuat penonton tetap terhibur.

Wajib Ditonton Penggemar Horor Komedi

Bagi penonton yang sudah mengikuti franchise Pee Nak sejak awal, film kelima ini terasa seperti kombinasi nostalgia dan penyegaran. Cerita masih saling berkaitan dengan film-film sebelumnya, sehingga menonton seri terdahulu akan membantu memahami hubungan antar karakter dan latar kutukannya.

Namun untuk penonton baru, Pee Nak 5 tetap cukup mudah diikuti karena konflik utamanya dijelaskan dengan jelas.

Film berdurasi sekitar 120 menit ini cocok untuk penonton yang mencari tontonan horor ringan dengan banyak unsur komedi. Bukan tipe film yang benar-benar menyeramkan, tetapi cukup efektif memberikan sensasi tegang sekaligus hiburan.

Ending filmnya juga memberi petunjuk tentang kemungkinan sekuel berikutnya. Jika melihat antusiasme penggemar dan keberhasilan franchise ini bertahan hingga film kelima, bukan tidak mungkin dunia Pee Nak akan terus berlanjut.

Secara keseluruhan, Pee Nak 5 berhasil mempertahankan identitas franchise sebagai horor komedi Thailand yang absurd, seram, dan penuh kekacauan menyenangkan. Film ini menjadi pilihan menarik untuk ditonton bersama teman di bioskop, terutama bagi pencinta horor yang ingin tertawa di tengah suasana mencekam.