Film Yang Disebut Nakal Angkat Realitas Hubungan Orangtua dan Anak, Tayang 2027

-
Film Yang Disebut Nakal Angkat Realitas Hubungan Orangtua dan Anak, Tayang 2027

Film Yang Disebut Nakal garapan Benni Setiawan mengangkat persoalan kenakalan remaja dan komunikasi dalam keluarga melalui kisah sekelompok anak yang menjalani program pembinaan di sebuah tempat terpencil.

Kisah Remaja yang Dic cap Nakal

DLK Pictures bekerja sama dengan INHYPE Pictures menghadirkan film drama keluarga berjudul Yang Disebut Nakal yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Film ini mengajak penonton melihat kembali label nakal yang kerap disematkan kepada anak-anak tanpa memahami alasan di balik perilaku mereka.

Cerita berpusat pada Bina Laku Wanareksa, sebuah lembaga pembinaan yang menjadi tempat orangtua menitipkan anak-anak mereka selama masa liburan sekolah. Di sana, sekelompok remaja dengan latar belakang berbeda harus mengikuti program pembinaan untuk melatih kedisiplinan dan membentuk karakter.

Selama menjalani program tersebut, mereka belajar menghadapi tanggung jawab, persahabatan, kehilangan, rasa malu, hingga persoalan keluarga yang selama ini sulit dibicarakan. Situasi yang mereka alami menghadirkan perpaduan komedi, drama, dan konflik emosional.

Film yang disutradarai Benni Setiawan ini tidak sekadar menggambarkan upaya mengubah perilaku remaja. Ceritanya juga menyoroti hubungan anak dengan orangtua serta pentingnya memahami kebutuhan emosional mereka.

Dibintangi Donny Damara hingga Boris Bokir

Yang Disebut Nakal menghadirkan aktor lintas generasi, mulai dari Donny Damara, Boris Bokir, Aming, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, El Putra Sarira, Jeremie Moeremans, Andrew Baret, Richard Derick, Rafi Sanjaya, hingga Sita Nursanti.

Donny Damara memerankan Pak Surya, pimpinan lembaga Bina Laku Wanareksa. Sementara itu, Boris Bokir berperan sebagai Goklas Panjaitan dan Aming sebagai Yayat, dua pelatih yang mendampingi para remaja selama menjalani pembinaan.

Fatih Unru memerankan Asep Saifudin, salah satu anak yang dikirim ke lembaga tersebut. Deretan karakter ini menjadi bagian dari cerita tentang remaja yang berusaha menemukan jati diri di tengah aturan, tuntutan keluarga, dan lingkungan sosial.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada 21 Oktober 2026, Boris Bokir turut berbagi pengalaman mengenai kenakalan masa kecilnya. Ia mengaku pernah tidak datang ke tempat les meski biaya pendidikannya sudah dibayarkan oleh orangtua.

Boris menilai pendekatan orangtua dalam mendidik anak perlu disesuaikan dengan kebutuhan generasi sekarang. Menurutnya, orangtua sebaiknya mendengarkan aspirasi anak terlebih dahulu sebelum menentukan cara untuk mengarahkan mereka.

Menyoroti Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Pesan tersebut sejalan dengan gagasan utama film ini. Donny Damara menegaskan bahwa tujuan pembinaan bukan menjadikan anak-anak langsung berubah menjadi sosok yang selalu patuh, melainkan membantu mereka belajar berempati dan berkomunikasi dengan orangtua.

Aming juga menyoroti bahwa anak yang dianggap nakal belum tentu memiliki niat buruk. Mereka mungkin membutuhkan arahan, perhatian, dan ruang untuk menyampaikan perasaan.

Sementara itu, Fatih Unru menilai perilaku anak tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk memahami kepribadian mereka. Kondisi keluarga dan pengalaman di rumah turut memengaruhi cara anak mengekspresikan diri.

Melalui cerita yang memadukan humor dan kehangatan dengan persoalan keluarga, Yang Disebut Nakal ingin membuka ruang dialog antara orangtua dan anak. Film produksi DLK Pictures dan INHYPE Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027, sedangkan tanggal pasti penayangannya belum diumumkan.