Geser Sekawan Limo 2, Film Jangan Buang Ibu Tembus 2,1 Juta Penonton
Kai Renata -
Film drama keluarga Jangan Buang Ibu terus menunjukkan performa luar biasa di bioskop Indonesia. Dalam 11 hari penayangan, film produksi Leo Pictures tersebut sukses meraih lebih dari 2,1 juta penonton dan kini masuk jajaran lima besar film Indonesia terlaris tahun 2026.
Berdasarkan data Cinepoint per Minggu, 5 Juli 2026, film garapan Hadrah Daeng Ratu itu menambah sekitar 193 ribu penonton hanya dalam satu hari. Tambahan tersebut membuat total penontonnya mencapai 2.182.470 penonton.
Capaian itu sekaligus membuat Jangan Buang Ibu berhasil melampaui jumlah penonton film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih dan kini duduk di posisi kelima daftar film Indonesia terlaris tahun ini.
Tren Penonton Masih Stabil
Menariknya, laju penonton harian film ini masih terbilang sangat stabil. Dalam beberapa hari terakhir, Jangan Buang Ibu konsisten mencatat lebih dari 180 ribu hingga 190 ribu penonton per hari.
Kondisi tersebut membuat film ini diprediksi masih akan terus menambah angka secara signifikan. Bahkan, sejumlah pengamat perfilman memperkirakan film ini berpeluang menyalip Alas Roban yang saat ini mengoleksi sekitar 2,4 juta penonton.
Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Jangan Buang Ibu akan naik lebih tinggi dalam daftar film Indonesia terlaris 2026 dalam waktu dekat.
Kisah Emosional yang Dekat dengan Kehidupan
Keberhasilan film ini tidak lepas dari cerita emosional yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Jangan Buang Ibu diadaptasi dari novel Jangan Buang Ibu, Nak karya Wahyu Derapriyangga yang terbit pada 2014.
Film ini mengangkat kisah Ristiana, seorang ibu tunggal yang diperankan Nirina Zubir. Setelah ditinggal meninggal oleh suaminya, Ristiana harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri sambil menghadapi berbagai kesulitan hidup dan utang keluarga.
Saat anak-anaknya tumbuh dewasa dan sibuk dengan kehidupan masing-masing, Ristiana justru merasa diabaikan. Konflik keluarga semakin memuncak ketika dirinya harus menjalani masa tua di panti jompo.
Tema tentang hubungan orang tua dan anak inilah yang disebut menjadi kekuatan utama film tersebut. Banyak penonton merasa cerita yang ditampilkan sangat relevan dengan realita kehidupan modern, terutama soal perhatian terhadap orang tua di usia senja.
Totalitas Para Pemain Jadi Sorotan
Selain cerita yang kuat, kualitas akting para pemain juga menuai banyak pujian. Nirina Zubir disebut tampil total dalam memerankan sosok ibu lansia.
Demi mendalami karakter Ristiana, Nirina bahkan harus menjalani proses rias wajah hingga empat jam setiap hari agar tampil menyerupai lansia. Penampilannya dinilai sukses membangun emosi penonton sepanjang film berlangsung.
Film ini juga diperkuat penampilan Amanda Manopo dan Refal Hady yang memainkan konflik keluarga dengan cukup emosional dan realistis.
Chemistry antarpemain membuat dinamika keluarga dalam film terasa hidup dan menyentuh. Tidak sedikit penonton yang mengaku menangis setelah menyaksikan film tersebut di bioskop.
Strategi Promosi Turut Dongkrak Antusiasme
Kesuksesan Jangan Buang Ibu juga didukung strategi promosi yang agresif. Rumah produksi menggelar gala premiere di berbagai kota dan mengadakan sejumlah kegiatan yang melibatkan ibu dan anak.
Salah satu promosi yang paling mencuri perhatian adalah acara jalan sehat bersama ibu dan anak yang berhasil memecahkan rekor MURI. Strategi ini dinilai efektif membangun kedekatan emosional antara film dan masyarakat.
Di tengah dominasi film horor di bioskop Indonesia, Jangan Buang Ibu hadir sebagai drama keluarga yang mampu menarik perhatian publik luas. Film ini bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi refleksi sosial tentang pentingnya menghargai dan merawat orang tua.
Antusiasme penonton yang masih tinggi membuat perjalanan Jangan Buang Ibu di bioskop diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat.