Jumbo Tayang di Korea Selatan, Langsung Masuk 6 Besar Box Office

Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Jumbo Tayang di Korea Selatan, Langsung Masuk 6 Besar Box Office

Jumbo, film animasi karya anak bangsa resmi tayang di Korea Selatan pada 18 Februari 2026, hampir setahun setelah rilis perdana di Indonesia pada 31 Maret 2025. Menariknya, di hari pertama penayangan, Jumbo langsung menembus enam besar box office harian di Negeri Ginseng.

Berdasarkan data Korean Film Council (KOFIC), Jumbo berhasil mengumpulkan 12.648 penonton pada hari debutnya. Jika dikonversi, pendapatannya mencapai sekitar US$79.239. Angka tersebut cukup untuk mengamankan posisi keenam film terlaris hari itu.

Capaian ini membuat Jumbo berhasil melampaui film romantis lokal Once We Were Us yang sudah lebih dulu tayang sejak akhir Desember 2025. Meski begitu, Jumbo masih berada di bawah sejumlah judul besar seperti The King's Warden, Humint, Choir of God, Number One, dan Ghost-Calling App: O.

Sempat Turun di Hari Kedua

Meski pembukaannya cukup kuat, performa Jumbo sedikit melandai di hari kedua. Film ini turun ke posisi ke-11 setelah meraih 2.547 penonton tambahan atau sekitar US$16.476.

Di hari yang sama, Jumbo harus bersaing dengan Sentimental Value, salah satu film nominasi Best Picture Oscar yang juga dirilis pada 18 Februari. Persaingan ketat dengan film-film lokal dan internasional memang bukan hal mudah, apalagi di pasar Korea Selatan yang dikenal punya industri perfilman sangat kompetitif.

Namun, masuk 10 besar di hari pertama tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi untuk film animasi asal Indonesia.

Penonton Lokal Korea Ikut Meramaikan

Bukan cuma soal angka, respons penonton Korea Selatan juga jadi sorotan. Seorang WNI yang tinggal di Daegu membagikan pengalamannya saat menonton Jumbo di bioskop CGV. Ia mengaku sempat mengira penontonnya mayoritas orang Indonesia, tetapi ternyata justru banyak warga lokal, terutama anak-anak yang datang bersama orang tua mereka.

Ia bahkan menyebut dirinya sebagai satu-satunya orang Indonesia di studio tersebut. Momen itu terasa spesial karena antusiasme penonton Korea terlihat begitu besar.

Ulasan di aplikasi CGV Korea pun terbilang positif. Beberapa orang tua mengaku awalnya ragu karena film ini menggunakan sulih suara, tetapi akhirnya terkesan dengan ceritanya yang hangat. Ada yang menyebut film ini mampu menghadirkan tawa sekaligus rasa haru dalam satu waktu. Anak-anak pun menganggap ceritanya seru dan imajinatif, meski ada beberapa bagian yang cukup menyentuh.

Respons ini menunjukkan bahwa cerita yang kuat memang bisa diterima lintas budaya.

Tayang di Puluhan Negara

Korea Selatan hanyalah satu dari sekitar 40 negara yang mendapatkan hak edar Jumbo. Sebelumnya, film ini juga sudah tayang di Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Taiwan, hingga Uni Emirat Arab.

Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Jumbo mengangkat kisah Don, anak laki-laki yang ingin mewujudkan pertunjukan dari buku dongeng peninggalan orang tuanya. Meski sering diremehkan dan dijuluki “Dumbo” karena tubuhnya yang besar, Don tidak menyerah. Ia ditemani sang Oma serta dua sahabatnya, Nurman dan Mae. Petualangannya makin menarik saat ia bertemu Meri, gadis misterius dari dunia lain yang tengah mencari kedua orang tuanya.

Dengan raihan lebih dari 10 juta penonton di Indonesia dan ekspansi ke berbagai negara, Jumbo membuktikan bahwa film animasi lokal punya potensi besar di pasar global. Debutnya di Korea Selatan menjadi sinyal positif bahwa karya Indonesia semakin diperhitungkan di industri perfilman internasional.