Review Film Once We Were Us: Romantis, Realistis, dan Bikin Hati Retak
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Once We Were Us akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Februari 2026. Film ini merupakan remake dari Us and Them dan langsung mencuri perhatian sejak diumumkan. Bukan cuma karena kisahnya yang sudah terbukti kuat, tapi juga karena duet akting Moon Ka-young dan Koo Kyo-hwan yang bikin penasaran.
Kalau kamu suka drama romantis yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, film ini bisa jadi tontonan yang relevan banget.
Sinopsis Once We Were Us: Bertemu Lagi Setelah 10 Tahun
Cerita berpusat pada Eun Ho dan Jeong Won, dua mantan kekasih yang gak sengaja bertemu kembali dalam sebuah penerbangan menuju Korea. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak mereka berpisah, tapi pertemuan singkat itu langsung membuka kembali kenangan lama.
Film kemudian membawa penonton mundur ke tahun 2008, saat keduanya pertama kali bertemu di bus menuju kampung halaman. Dari obrolan sederhana, tumbuh rasa nyaman. Mereka saling mendukung mimpi, berbagi tawa, bertengkar kecil, lalu jatuh cinta.
Namun seperti banyak kisah cinta anak muda lainnya, realitas hidup perlahan menguji hubungan mereka. Tekanan ekonomi, perbedaan pilihan hidup, dan tanggung jawab membuat jarak di antara keduanya semakin lebar. Cinta masih ada, tapi keadaan berkata lain.
Alur Maju-Mundur dengan Visual yang Penuh Makna
Salah satu hal yang bikin film ini terasa spesial adalah permainan visualnya. Adegan masa lalu ditampilkan dengan warna hangat dan hidup, menggambarkan masa-masa cinta yang masih utuh dan penuh harapan.
Sementara itu, masa kini disajikan dalam hitam putih. Nuansanya terasa lebih dingin dan dewasa. Kontras ini bukan cuma estetik, tapi juga mempertegas perubahan emosi dan perjalanan hidup karakter.
Dengan tempo yang cenderung pelan dan minim dialog dramatis, film ini mengandalkan ekspresi dan suasana untuk menyampaikan rasa. Justru di situlah letak kekuatannya.
Chemistry Moon Ka Young dan Koo Kyo Hwan Bikin Ikut Baper
Moon Ka-young tampil kuat sebagai Jeong Won. Ia memerankan sosok perempuan yang realistis dan mandiri, tapi menyimpan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Tangisannya gak berlebihan, justru terasa lebih menyakitkan karena ditahan.
Sementara itu, Koo Kyo-hwan menunjukkan sisi yang jarang terlihat. Biasanya identik dengan peran intens dan penuh aksi, kali ini ia hadir sebagai pria hangat yang dipenuhi keraguan. Konflik batinnya terasa nyata, terutama saat harus memilih antara cinta dan tanggung jawab.
Chemistry keduanya terasa natural dan gak dibuat-buat. Interaksi mereka seperti potongan kisah nyata yang mungkin pernah kamu alami sendiri.
Bukan Sekadar Kisah Cinta Biasa
Meski berfokus pada romansa, Once We Were Us juga menyentuh isu sosial yang relevan, terutama soal perbedaan kelas dan tekanan ekonomi dalam hubungan. Film ini menunjukkan bahwa cinta saja kadang gak cukup ketika hidup mulai menuntut banyak hal.
Gak ada plot twist besar atau drama berlebihan. Justru karena kesederhanaannya, cerita ini terasa lebih jujur dan membumi.
Layak Ditonton?
Buat kamu yang suka drama romantis realistis dengan nuansa melankolis, film ini wajib masuk daftar tontonan. Once We Were Us bukan tipe film yang bikin heboh dengan konflik ekstrem, tapi justru meninggalkan rasa sendu yang bertahan lama setelah lampu studio menyala.
Siapkan hati, dan mungkin juga tisu. Karena bisa jadi, kamu gak cuma menonton kisah Eun Ho dan Jeong Won, tapi juga potongan cerita yang terasa sangat dekat dengan kehidupanmu sendiri.