Wuthering Heights Kuasai Box Office Global, Raup 83 Juta Dolar dalam Sepekan
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film adaptasi klasik Wuthering Heights sukses menjadi ratu box office global. Disutradarai oleh Emerald Fennell dan dibintangi Margot Robbie serta Jacob Elordi, film produksi Warner Bros. ini mengumpulkan 83 juta dolar AS secara global hanya dalam beberapa hari penayangan.
Capaian tersebut diraih sepanjang akhir pekan Valentine dan Presidents’ Day di Amerika Utara. Dari pasar domestik, film ini membukukan 38 juta dolar AS, sementara 45 juta dolar AS datang dari pasar internasional. Angka itu menempatkan Wuthering Heights sebagai film dengan pendapatan tertinggi tahun 2026 sejauh ini.
Dominasi di Inggris dan Amerika Utara
Di Inggris dan Irlandia, Wuthering Heights langsung debut di posisi puncak dengan pendapatan £7,6 juta atau sekitar 10,4 juta dolar AS pada pekan pembukaannya. Secara global, film ini juga mengungguli sejumlah rilisan baru lain dan mempertegas daya tariknya di pasar internasional.
Menariknya, lebih dari 75 persen penonton pada akhir pekan pembuka di Amerika Utara didominasi perempuan. Momentum Valentine menjadi faktor kuat yang mendorong lonjakan angka penjualan tiket, mengingat kisah cinta penuh gairah antara Catherine Earnshaw dan Heathcliff menjadi daya tarik utama.
Film ini sekaligus menandai sembilan kali berturut-turut Warner Bros. debut di posisi nomor satu box office, melanjutkan tren positif studio tersebut sejak tahun lalu.
Butuh 200 Juta Dolar untuk Balik Modal
Dari sisi produksi, Wuthering Heights dilaporkan menghabiskan anggaran sekitar 80 juta dolar AS, belum termasuk biaya promosi global yang mencapai puluhan juta dolar tambahan. Dengan menggunakan perhitungan umum industri, film ini diperkirakan perlu meraup sekitar 200 juta dolar AS untuk mencapai titik impas secara teatrikal.
Saat ini, dengan total 83 juta dolar AS, film tersebut masih membutuhkan sekitar 117 juta dolar lagi untuk benar-benar masuk zona aman. Namun melihat laju awal yang kuat, peluang untuk menembus angka tersebut dalam beberapa pekan ke depan terbuka lebar.
Adaptasi Berani yang Picu Kontroversi
Diadaptasi dari novel klasik karya Emily Brontë terbitan 1847, film ini menghadirkan pendekatan modern yang cukup berani. Sejak awal diumumkan, proyek ini sudah memicu perdebatan, terutama terkait pemilihan pemain dan interpretasi cerita yang dinilai cukup berbeda dari versi novel aslinya.
Meski menuai pro dan kontra, sejumlah kritikus justru memberikan apresiasi terhadap performa emosional para pemeran utama serta desain kostum dan sinematografi yang disebut berhasil mengangkat film menjadi karya visual yang memikat.
Emerald Fennell sebelumnya dikenal lewat film Promising Young Woman dan Saltburn yang juga memancing diskusi publik. Dengan Wuthering Heights, ia kembali membuktikan kemampuannya mengolah kisah klasik menjadi tontonan yang relevan dengan audiens masa kini.
Persaingan Ketat di Box Office
Pada periode yang sama, film animasi “GOAT” dan thriller “Crime 101” juga meramaikan pasar. Namun, Wuthering Heights tetap unggul sebagai pilihan utama penonton dewasa, terutama pasangan yang merayakan Valentine.
Secara keseluruhan, performa box office tahun ini tercatat 8 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Industri bioskop pun berharap tren positif ini terus berlanjut dengan bertumpu pada kekuatan film-film orisinal dan adaptasi berkualitas.
Jika momentum tetap terjaga, bukan tidak mungkin Wuthering Heights akan segera melampaui angka 200 juta dolar dan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu film romantis paling sukses tahun ini.