Tembus Pasar Global, Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel Diakuisisi Distributor Global
Tim Teaterdotco - 2 jam yang lalu
Film Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel resmi mendapatkan kesepakatan distribusi global setelah diakuisisi oleh perusahaan penjualan dan produksi internasional, EST N8. Pengumuman ini dilakukan dalam ajang bergengsi European Film Market di Berlin, Jerman.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa horor Indonesia semakin diperhitungkan di pasar dunia. Janur Ireng merupakan proyek prekuel dari film hit Asia Tenggara Sewu Dino, yang sebelumnya sukses besar di dalam negeri maupun kawasan regional.
Dalam perjanjian tersebut, EST N8 memegang hak distribusi internasional untuk seluruh dunia, dengan pengecualian wilayah Indonesia dan Taiwan. Selain itu, tersedia hak selektif untuk kawasan Asia Tenggara. Negosiasi dilakukan langsung antara pihak MD Pictures dan eksekutif EST N8, Sophie Shi serta Cathy Ni.
Film ini telah lebih dulu tayang di Indonesia pada 24 Desember 2025 dan kini sedang dipasarkan kepada para pembeli internasional di Eropa. Dengan jaringan distribusi EST N8 yang luas, Janur Ireng berpotensi menjangkau pasar Amerika Utara, Eropa, hingga Asia Timur.
Perwakilan EST N8 menyebut kolaborasi ini sebagai kelanjutan kerja sama strategis dengan talenta genre horor terbaik Indonesia. Mereka menilai film ini memiliki skala produksi dan mitologi kuat yang sesuai dengan selera penonton global.
Menggali Asal Usul Kutukan Sewu Dino
Sebagai prekuel, Janur Ireng membawa penonton kembali ke masa sebelum peristiwa dalam Sewu Dino terjadi. Ceritanya berfokus pada ritual gelap, kekuatan kuno, serta praktik pengorbanan manusia yang memicu lahirnya entitas teror dalam semesta tersebut.
Pendekatan ini memperdalam akar mitologi dan asal-usul kutukan yang sebelumnya hanya disinggung dalam film utama. Dengan eksplorasi latar cerita yang lebih luas, Janur Ireng tidak sekadar menghadirkan teror, tetapi juga memperkaya dunia cerita yang telah dibangun sebelumnya.
Reputasi Kimo Stamboel di Genre Horor
Film ini disutradarai oleh Kimo Stamboel, sineas yang dikenal luas melalui karya-karya horor dan aksi. Namanya melambung lewat Sewu Dino, serta remake kultus The Queen of Black Magic dan film aksi Headshot.
Ia juga menggarap Dancing Village: The Curse Begins produksi MD Pictures, yang menjadi salah satu film Asia Tenggara pertama yang diproduksi untuk format IMAX dan mendapatkan jalur distribusi di Amerika Serikat.
Reputasi internasional Kimo menjadi nilai jual tambahan dalam pemasaran Janur Ireng. EST N8 bahkan menyebutnya sebagai salah satu sutradara horor paling dinamis saat ini.
MD Pictures Perkuat Posisi di Asia Tenggara
Sebagai rumah produksi, MD Pictures telah lama dikenal sebagai salah satu kekuatan utama industri film di Indonesia. Perusahaan ini merupakan studio film pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia dan telah beroperasi lebih dari dua dekade.
Pada 2022, mereka merilis KKN: Curse of the Dancing Village yang menembus lebih dari 10 juta penonton dan menjadi salah satu film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia. Ekspansi bisnis juga dilakukan dengan peluncuran MDTV pada 2025, memperluas jangkauan mereka ke sektor penyiaran.
Dengan akuisisi distribusi global Janur Ireng, MD Pictures semakin menegaskan ambisinya untuk membawa konten lokal ke pasar internasional. Jika respons pasar positif, film ini berpotensi menjadi salah satu horor Indonesia dengan jangkauan global terluas dalam beberapa tahun terakhir.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa cerita berbasis mitologi dan kearifan lokal Indonesia memiliki daya tarik universal. Dunia kini semakin terbuka terhadap horor Asia, dan Janur Ireng siap menjadi wajah baru teror Indonesia di panggung internasional.