Review Crime 101: Duel Panas Chris Hemsworth vs Mark Ruffalo di Los Angeles
Tim Teaterdotco - 1 jam yang lalu
Crime 101 resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Februari 2026. Film bergenre thriller kriminal ini langsung jadi sorotan karena mempertemukan kembali Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo dalam satu proyek. Bedanya, kali ini mereka bukan rekan satu tim, melainkan berdiri di dua sisi yang berlawanan.
Disutradarai oleh Bart Layton dan diadaptasi dari novel karya Don Winslow, Crime 101 menawarkan cerita perampokan yang terasa lebih dewasa dan penuh pertimbangan. Film ini tidak sekadar menyajikan aksi, tetapi juga menggali sisi psikologis para karakternya.
Lalu, seberapa seru Crime 101 untuk ditonton? Simak ulasannya berikut ini.
Sinopsis Crime 101
Film ini berlatar Los Angeles dengan segala kerasnya kehidupan kota besar. Cerita berfokus pada Mike Davis alias James yang diperankan Chris Hemsworth. Ia adalah pencuri perhiasan profesional yang dikenal beraksi di sepanjang jalur 101 Freeway.
Berbeda dari stereotip perampok flamboyan, Davis justru digambarkan penuh perhitungan dan cenderung tegang. Ia selalu mempersiapkan diri secara detail sebelum beraksi, mulai dari memastikan tidak ada jejak DNA yang tertinggal hingga menjaga kondisi mentalnya tetap stabil.
Yang menarik, Davis punya satu aturan penting, yaitu tidak melukai siapa pun saat menjalankan aksinya. Prinsip ini membuatnya berbeda, tetapi juga memicu konflik dengan mentornya di dunia hitam, Money, yang diperankan Nick Nolte. Money menilai Davis terlalu berhati hati dan tidak lagi agresif seperti dulu.
Situasi makin rumit ketika Money merekrut Ormon, pencuri muda yang jauh lebih brutal dan impulsif. Karakter Ormon yang dimainkan Barry Keoghan menjadi ancaman nyata, bukan hanya bagi target mereka, tetapi juga bagi Davis sendiri.
Mark Ruffalo Jadi Detektif Keras Kepala
Di sisi lain, ada Lou Lubesnick yang diperankan Mark Ruffalo. Ia adalah detektif yang yakin bahwa rangkaian pencurian barang mewah tersebut dilakukan oleh satu pelaku yang sama. Lou melihat pola yang konsisten, termasuk fakta bahwa pelaku tidak pernah menyakiti korban.
Sayangnya, keyakinan Lou tidak sepenuhnya didukung atasannya. Di tengah sistem kepolisian yang lebih mementingkan statistik penyelesaian kasus, Lou tetap bersikeras memburu sang pencuri misterius.
Karakter Lou digambarkan sebagai polisi idealis yang tidak mau menutup mata terhadap ketidakberesan di sekitarnya. Ketegangan antara dirinya dan Davis terasa seperti permainan catur, saling membaca langkah dan strategi.
Subplot yang Bikin Cerita Makin Kaya
Selain duel antara perampok dan polisi, film ini juga menghadirkan karakter Sharon yang diperankan Halle Berry. Ia adalah broker asuransi sukses yang sedang menghadapi kebuntuan karier. Setelah bertahun tahun bekerja, ia belum juga mendapat promosi yang dijanjikan.
Davis mencoba mendekati Sharon untuk mendapatkan informasi tentang klien kaya yang berpotensi menjadi target. Menariknya, Sharon juga memiliki koneksi dengan Lou. Posisi Sharon di antara dua dunia ini membuat cerita semakin kompleks dan emosional.
Subplot ini memang membuat durasi film terasa cukup panjang. Namun bagi penonton yang menikmati pembangunan karakter secara perlahan, justru di sinilah kekuatan Crime 101.
Worth It Ditonton di Bioskop?
Secara keseluruhan, Crime 101 bukan film kriminal yang penuh ledakan dan aksi tanpa henti. Film ini lebih fokus pada karakter, konflik batin, dan pilihan moral yang harus diambil masing masing tokohnya.
Akting Chris Hemsworth sebagai perampok dengan sisi dingin namun rapuh terasa kuat. Mark Ruffalo juga tampil meyakinkan sebagai detektif yang gigih. Sementara Barry Keoghan dan Halle Berry memberi warna tersendiri lewat karakter mereka.
Buat kamu yang sedang mencari tontonan thriller cerdas dengan cerita solid dan akting kelas atas, Crime 101 bisa jadi pilihan menarik minggu ini.