Review Dan Bandung: Cinta Muda yang Manis, tapi Terhalang Restu

-
Review Dan Bandung: Cinta Muda yang Manis, tapi Terhalang Restu

Dan Bandung mencoba menghidupkan kembali romansa khas anak muda lewat kisah Basil dan Elma. Film arahan Rudi Soedjarwo ini diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dan dibintangi Samo Rafael serta Shanna Shannon.

Cerita berpusat pada Basil, mahasiswa tingkat akhir jurusan Seni Rupa yang juga bekerja sebagai desainer pakaian di sebuah distro. Pertemuannya dengan Elma, mahasiswi Farmasi, membuat Basil langsung jatuh hati.

Namun, pendekatan Basil tidak selalu berjalan mulus. Elma merupakan sosok introvert yang tidak mudah membuka diri. Ia bahkan sempat menjaga jarak dan memilih naik angkot daripada menerima tawaran Basil untuk mengantarnya.

Dari sinilah hubungan keduanya perlahan berkembang. Basil yang awalnya hanya ingin mendekati Elma akhirnya menjadi sosok yang membuat perempuan tersebut merasa nyaman.

Chemistry Basil dan Elma Terasa Natural

Salah satu hal yang cukup menarik dari Dan Bandung adalah hubungan antara Basil dan Elma. Samo Rafael dan Shanna Shannon mampu membangun interaksi yang terasa ringan dan tidak terlalu dibuat-buat.

Dialog keduanya mengalir seperti percakapan anak muda sehari-hari. Ada momen manis, canggung, hingga perasaan yang tumbuh secara perlahan. Pendekatan seperti ini membuat kisah cinta mereka terasa cukup dekat dengan pengalaman penonton.

Film juga tidak terburu-buru menjadikan Basil dan Elma sebagai pasangan. Ada proses yang membuat hubungan keduanya terasa berkembang, bukan sekadar terjadi karena tuntutan cerita.

Cinta yang Berhadapan dengan Keluarga

Masalah mulai menjadi lebih serius ketika hubungan mereka mendapat penolakan dari keluarga Elma.

Ayah Elma, Wiradireja, digambarkan sebagai sosok berpengaruh yang sangat mengontrol kehidupan putrinya. Ia tidak merestui hubungan Elma dengan Basil, terlebih karena terdapat persoalan masa lalu yang menghubungkan keluarganya dengan Nugraha, ayah Basil.

Konflik tersebut membuat Dan Bandung tidak berhenti sebagai film cinta anak muda. Ada pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh seseorang bisa memperjuangkan hubungan ketika keluarga menjadi penghalang?

Tema ini terasa familiar, tetapi justru di situlah film menemukan kedekatannya dengan penonton. Persoalan cinta yang ditentang orang tua masih menjadi pengalaman yang mudah ditemukan dalam kehidupan nyata.

Bandung Bukan Sekadar Tempat

Rudi Soedjarwo juga memanfaatkan Bandung sebagai bagian penting dari atmosfer film. Kota Kembang ditampilkan melalui sisi romantis sekaligus kesehariannya, termasuk jalanan yang padat dan bising.

Pendekatan ini membuat Bandung terasa seperti bagian dari perjalanan Basil dan Elma, bukan sekadar latar untuk mempercantik gambar. Nuansanya juga sesekali mengingatkan pada film-film romantis Indonesia yang pernah menjadi ciri khas Rudi Soedjarwo.

Di balik kisah cintanya, Dan Bandung menyelipkan isu tentang hubungan anak dan orang tua. Karakter Elma memperlihatkan bagaimana minimnya kasih sayang dari sosok ayah dapat meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan seseorang.

Pada akhirnya, Dan Bandung mungkin tidak menawarkan kisah cinta yang sepenuhnya baru. Namun, film ini cukup berhasil mengemas romansa, konflik keluarga, dan suasana Bandung menjadi cerita yang mudah diikuti.

Bagi penonton yang menyukai drama romantis dengan konflik restu orang tua dan perjalanan cinta yang emosional, Dan Bandung layak dipertimbangkan sebagai tontonan di bioskop.