Clayface Lampaui Superman, Jadi Film DCU dengan Rating Penonton Tertinggi

-
Clayface Lampaui Superman, Jadi Film DCU dengan Rating Penonton Tertinggi

Film Clayface mencatatkan prestasi di Rotten Tomatoes dengan meraih skor penonton 94 persen. Angka ini melampaui Superman garapan James Gunn yang memperoleh 90 persen, menjadikan film terbaru DC Studios tersebut sebagai rilisan DC Universe (DCU) dengan rating penonton tertinggi sejauh ini.

Clayface Ungguli Superman di Rotten Tomatoes

Disutradarai James Watkins, Clayface mengangkat kisah Matt Hagen, salah satu musuh Batman yang dikenal memiliki kemampuan mengubah bentuk tubuh dan wajahnya. Karakter tersebut diperankan Tom Rhys Harries, dengan naskah yang ditulis Mike Flanagan bersama Hossein Amini.

Berbeda dari film superhero DC pada umumnya, Clayface menggabungkan unsur horor, misteri pembunuhan, dan balas dendam. Pendekatan ini membawa warna baru ke dalam semesta DCU yang tengah dikembangkan James Gunn.

Skor penonton 94 persen menempatkan Clayface di atas Superman yang meraih 90 persen. Sementara itu, Supergirl mencatatkan skor penonton 72 persen.

Meski unggul dari dua film tersebut, posisi Clayface masih bisa berubah. Film ini baru dirilis di bioskop sehingga jumlah penilaian penonton masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Dari kalangan kritikus, Clayface memperoleh skor 76 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan 116 ulasan saat data tersebut dicatat. Film ini juga mendapatkan predikat Certified Fresh dari platform agregator ulasan tersebut.

Penampilan Tom Rhys Harries Jadi Sorotan

Selain konsep horornya, penampilan Tom Rhys Harries menjadi salah satu daya tarik Clayface. Ia memerankan Matt Hagen, seorang aktor yang hidupnya berubah drastis hingga mengalami transformasi fisik yang mengerikan.

Dalam ulasannya untuk ScreenRant, Graeme Guttmann memberikan nilai 7 dari 10. Ia menilai film ini berhasil memadukan kisah balas dendam dengan misteri pembunuhan yang disajikan dari sudut pandang pelaku.

Harries juga mendapat perhatian berkat kemampuannya menggambarkan perubahan Matt Hagen. Karakter tersebut awalnya diperlihatkan sebagai aktor yang memiliki daya tarik, sebelum nasibnya berubah menjadi tragedi yang mengerikan.

Perubahan fisik Matt menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer horor film ini. Transformasi tersebut tidak hanya menghadirkan visual yang menyeramkan, tetapi juga memperkuat konflik yang dialami sang karakter.

Berapa Anggaran Produksi Clayface?

Performa Clayface di box office menjadi hal yang menarik untuk diikuti setelah mendapatkan respons positif dari penonton. Film ini dilaporkan memiliki anggaran produksi sekitar US$30 juta hingga US$40 juta.

Angka tersebut jauh di bawah perkiraan anggaran Supergirl yang mencapai US$170 juta hingga US$186 juta. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, target komersial Clayface tentu berbeda dari film superhero berskala besar tersebut.

Keberhasilan di Rotten Tomatoes menjadi modal awal yang positif. Namun, skor penonton yang tinggi belum otomatis menjamin kesuksesan finansial. Pendapatan tiket bioskop tetap menjadi salah satu penentu penting bagi masa depan film ini.

Setelah rangkaian proyek DCU yang dijadwalkan pada 2026 dirilis, DC Studios menyiapkan Man of Tomorrow sebagai film berikutnya. Sekuel Superman tersebut dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2027.

DC Studios juga mengembangkan The People V. Gorilla Grodd untuk HBO Max. Proyek ini akan mengangkat Gorilla Grodd, musuh Flash, melalui format dokumenter kriminal yang dipandu Jimmy Olsen.

Dengan pencapaian di Rotten Tomatoes, Clayface menunjukkan bahwa DCU memiliki ruang untuk mengeksplorasi genre di luar film superhero konvensional. Kini, perhatian beralih pada seberapa besar film horor tersebut mampu menarik penonton ke bioskop.